BMKG: Dua Bibit Siklon Tropis di Selatan Jawa Picu Cuaca Ekstrem di Malang Raya

Kamis, 05 Mar 2026, 17:40 WIB

Malang, Jawa Timur - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso Malang menyebut kemunculan dua bibit siklon tropis di selatan Pulau Jawa menjadi penyebab terjadinya cuaca ekstrem yang melanda wilayah Malang Raya.

"Cuaca ekstrem disebabkan dua bibit siklon tropis berada di selatan Pulau Jawa, yakni bibit siklon 90 S mengarah ke timur dan bibit siklon 93 S mengarah ke barat," kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang Linda Fitrotul di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (5/3).

Ket. Foto: Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang Linda Fitrotul memberikan penjelasan soal penyebab cuaca ekstrem saat ditemui di kantornya di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (5/3). — Sumber: Antara

Kedua bibit siklon tersebut bisa muncul akibat tekanan rendah dan perubahan iklim yang biasa terjadi pada rentang Februari dan Maret 2026. Sedangkan musim kemarau diperkirakan baru akan terjadi pada awal April atau pertengahan Mei 2026.

Sebagaimana diketahui, tiga daerah di Malang Raya, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu dalam beberapa hari ini mengalami berbagai kejadian bencana alam, seperti tanah longsor, banjir, hingga angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang.

Cuaca ekstrem tak hanya terjadi di Malang Raya, tetapi juga beberapa daerah lain di Provinsi Jawa Timur maupun Indonesia.

Linda memperkirakan bibit siklon yang memicu cuaca ekstrem akan terjadi hingga 10 Maret 2026.

Kecepatan angin disebutnya berada di atas 45 kilometer per jam dan hujan berintensitas deras yang terjadi tanpa bisa ditentukan waktunya.

Kemudian, khusus di wilayah pesisir kondisi cuaca ini memicu terjadinya gelombang tinggi di kawasan perairan selatan Pulau Jawa.

"(Ketinggian gelombang) hingga lebih dari enam meter, cuaca ekstrem akibat siklon tropis ini merupakan hal yang wajar saat puncak musim hujan," ucap dia.

Stasiun Klimatologi Karangploso Malang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan meningkatkan kehati-hatian terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem, khususnya ketika melaksanakan aktivitas di luar ruangan.

"Kalau di dataran tinggi hambatan hampir tidak ada, sehingga angin jauh lebih kencang. Lalu, bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan jangan berteduh di bawah pohon dan menjauhi papan reklame yang berpotensi rawan roboh," tuturnya.

  • Bibit Siklon Tropis

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.