Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waduh Apa Penyebabnya, Angka Bunuh Diri di Jepang Naik pada 2022

📅 Sabtu, 21 Jan 2023, 01:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waduh Apa Penyebabnya, Angka Bunuh Diri di Jepang Naik pada 2022 Doc: ANTARA/Pexels
Ket. Ilustrasi - depresi yang menyebabkan bunuh diri.

Tokyo - Angka bunuh diri di Jepang pada 2022 meningkat dari tahun sebelumnya didorong oleh peningkatan kasus di kalangan pria, kenaikan pertama dalam 13 tahun, demikian data awal pemerintah, Jumat.

Kematian di kalangan pria naik 604 menjadi 14.543 kasus, sehingga jumlah total kasus bunuh diri di negara tersebut mencapai 21.584 atau naik 577 dari tahun sebelumnya.

Angka bunuh diri terus meningkat selama beberapa tahun terakhir saat pandemi COVID-19.

"Bunuh diri di kalangan laki-laki berusia 40-an hingga 60-an, serta warga pensiunan dan pengangguran mengalami kenaikan mencolok," kata seorang pejabat kementerian kesehatan.

"Bunuh diri oleh orang-orang terkenal mungkin juga memiliki dampak," tambahnya.

Kasus bunuh diri oleh wanita turun 27 menjadi 7.041 kasus, namun angka tersebut masih sekitar 1.000 lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus sebelum pandemi.

Angka akhir, yang dirilis pada Maret setiap tahunnya, cenderung meningkat dari angka awal.

Jumlah bunuh diri di Jepang terus menurun selama 10 tahun berturut-turut hingga 2019 dan mencapai 20.169 kasus. Namun, angka ini kembali naik dan bertahan tinggi sejak pandemi dimulai pada 2020.

Bunuh diri di kalangan pengangguranpada 2022 meningkat hingga dua kali lipat mencapai 1.038 orang, sementara bunuh diri di kalangan orang-orang yang hidup dari dana pensiun atau tunjangan pekerjaan naik 705 menjadi 5.347.

Alasan yang paling sering diberikan adalah isu kesehatan, mencapai 11.125 orang, disusul dengan 4.241 orang yang terindikasi memiliki masalah keluarga.

"Inflasi dan ekonomi yang memburuk disebabkan oleh pelemahanyenmungkin memiliki dampak," kata Chiyo Igarashi, profesor ilmu kesehatan di Universitas Teknologi Tokyoyang juga pakar pencegahan bunuh diri.

Ada kebutuhan untuk mengatasi kekurangan perawat dan dokter di perusahaan-perusahaan kecil hingga menengah, tambahnya.

Sementara itu, jumlah bunuh diri di antara siswa-siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas turun tiga kasus menjadi 441.

Data ini dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan berdasarkan statistik bunuh diri yang dirilis oleh Kepolisian Nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.