Dunia Semakin Tertinggal dalam Upaya Mengakhiri Kelaparan dan Kemiskinan
📅 Jumat, 20 Jan 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiOrganisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang berbasis di Roma, pada akhir pekan lalu, mencatat harga pangan global pada 2022 lalu naik 14,3 persen dibanding tahun 2021. Kenaikan itu didorong oleh harga energi dan pupuk yang melonjak tinggi akibat konflik Russia dan Ukraina.
Subindeks FAO menunjukkan harga serealia naik 17,9 persen, harga minyak nabati naik 13,9 persen, harga produk susu naik 19,6 persen, harga daging naik 10,4 persen, dan harga gula naik 4,7 persen.
Pada Desember 2022, Indeks Harga Pangan FAO memang turun 1,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya, merupakan penurunan bulanan kesembilan berturut-turut. Namun, indeks tersebut meningkat begitu tajam selama bulan-bulan pertama tahun 2022 sehingga angkanya untuk keseluruhan 2022 jauh di atas rata-rata 2021.
Penurunan pada Desember tersebut sebagian besar disebabkan oleh penyesuaian pasar terhadap gangguan distribusi, harga transportasi yang lebih tinggi, dan tingkat permintaan yang lebih rendah akibat pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penting untuk tetap waspada dan tetap berfokus untuk meredakan kerawanan pangan global mengingat harga pangan dunia masih melambung, dengan banyak bahan pokok mendekati rekor tertinggi, dan dengan harga beras yang meningkat, serta masih banyak risiko yang berkaitan dengan pasokan di masa depan," kata Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero, dalam keterangan persnya.
FAO telah berulang kali memperingatkan bahwa kenaikan harga pangan mengancam ketahanan pangan global, khususnya di negara-negara miskin.
Peneliti Ekonomi Indef, Nailul Huda, mengingatkan pemerintah agar mewaspadai ancaman krisis pangan itu, terlebih karena banyak negara menerapkan kebijakan proteksionisme dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam negeri daripada ekspor.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi, ada ancaman pasokan pangan dari luar. Pemerintah harus bisa menggenjot produksi dan mengendalikan stok dalam negeri agar harga bahan pangan tidak melonjak," tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!