Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Segera Kendala Swasembada

📅 Jumat, 20 Jan 2023, 08:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Atasi Segera Kendala Swasembada Doc: istimewa

JAKARTA - Lonjakan harga beras dalam beberapa waktu terakhir menunjukan belum efektifnya peran food estate atau lumbung pangan. Sebab, sejumlah masalah di sektor pertanian belum diselesaikan sehingga membuat produksi cenderung stagnan.

Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan RI pernah mengalami swasembada beras pada era 1980-an. Namun, itu sudah tak bisa tercapai lagi saat ini.

"Sekarang tidak bisa swasembada beras karena penyediaan pupuk kurang, alat sarana prasarana (sarpras) produksi petani kurang, dan tenaga penyuluhan petani kurang," tandas Esther ketika dihubungi Koran Jakarta, Kamis (19/1).

Penyebab lainnya, lanjut Esther, harga gabah di tingkat petani terlampau rendah. Bahkan, banyak petani terjebak sistem ijon guna memenuhi kebutuhan sehari hari. Faktor lainnya ialah nilai tukar petani (NTP) rendah, terlebih saat panen harga anjlok. Tak hanya itu, jalur distribusi beras masih dikuasai segelintir orang.

"Jadi, jika ingin beras bisa diproduksi sendiri, pemerintah harus membereskan masalah-masalah tersebut, bukan dengan food estate," tegas Esther.

Adapun harga beras terus naik. Mengutip laman infopangan.jakarta.go.id, Kamis (19/1), harga beras medium (IR III/IR 64) mencapai 10.405 rupiah per kilogram (kg) atau naik sebesar 202 rupiah per kg dari sehari sebelumnya. Begitu juga harga beras IR II (IR 64) Ramos yang menyentuh 11.125 rupiah per kg atau naik 50 rupiah per kg.

Dalam kesempatan lainnya, Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Yadi Sofyan Noor, justru mengapresiasi program food estate di Kabupaten Pulang Pisau (Pupis) dan Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah (Kalteng). Menurutnya, pengembangan kawasan food estate merupakan program yang layak di tengah maraknya alih fungsi lahan di pulau Jawa.

Yadi mengatakan dari sisi produksi kawasan food estate sudah bagus. Pada 2020 sudah dilakukan kegiatan intensifikasi di lahan seluas 30.000 hektar dan telah berhasil meningkatkan produksi sebanyak 49,8 persen dari 2019. Artinya, dari 2019 ke 2020 ada peningkatan produksi.

Pada 2021, intensifikasi pada lahan seluas 14.135 hektar berhasil meningkatkan produksi padi sampai 11,7 persen. Jadi secara agregat, tata produksi padi pada 2020 dari 2021 terjadi peningkatan 120.460 ton gabah kering giling (GKG) menjadi 163.728 ton GKG.

Yadi menambahkan dari data yang dikumpulkan KTNA Nasional, kawasan food estate Kalteng yang sudah didukung jaringan irigasi mencapai 164.598 hektar di antaranya lahan fungsional seluas 85.456 hektar dan nonfungsional seluas 79.142 hektar yang digarap dalam kurun waktu 2021-2022.

Adapun KTNA terlibat dalam proses budi daya tanaman pangan di dua kawasan food estate di Kalteng tersebut. Food estate di Pupis dan Kapuas, menurut Yadi Sofyan Noor adalah sebuah niat visioner dan ikhtiar mulia membangun kawasan pangan terpadu.

Perluasan Lahan

Guru Besar Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Tualar Simarmata, menilai perlunya perluasan lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan. Sebab, kebutuhan pangan memang terus meningkat tiap tahun.

"Luas sawah kita saat ini sekitar 7,5 juta hektare. Kalau kita bisa menambah katakanlah 5 juta hektare, dan itu secara bertahap, maka kita sudah pasti bisa menjadi mandiri pangan," kata Tualar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

30 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

30 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

30 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.