Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemlu RI Belum Terima Aduan Pelanggaran Kapal Tiongkok di Laut Natuna

📅 Kamis, 19 Jan 2023, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemlu RI Belum Terima Aduan Pelanggaran Kapal Tiongkok di Laut Natuna Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah memberikan keterangan dalam sesi pengarahan pers di Jakarta, Kamis (19/1/2023).

Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI sejauh ini belum menerima laporan pelanggaran terkait aktivitas yang dilakukan kapal penjaga pantai milik Tiongkok yang telah berlayar di Laut Natuna, Kepulauan Riau sejak 30 Desember 2022.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyahdalam pengarahan media di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya belum mendengar adanya pelanggaran yang dilakukan kapal tersebut.

Namun dia menegaskan bahwa mengacu pada hukum laut internasional, hak melintas kapal asing di laut bebas, termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sebetulnya diperbolehkan selama tidak mengganggu hak daulat Indonesia.

"Selama mereka tidak melakukan aktivitas yang mengganggu hak daulat kita, hal itu masih dibolehkan dalam kerangka aturan hukum internasional karena yang melintas bukan hanya kapal Tiongkok, tetapi juga ada kapal lain," kata dia.

Namun seandainya ada kasus pelanggaran, misalnya penangkapan ikan di wilayah ZEE, maka Indonesia akan menyampaikan nota diplomatik kepada negara terkait.

"Tapi sejauh ini saya belum mendengar adanya pelanggaran," ujar dia.

Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa kapal penjaga pantai CCG 5901 milik Tiongkok telah berlayar di Laut Natuna, khususnya di dekat ladang gas Blok Tuna dan ladang minyak dan gas Chim Sao Vietnam sejak 30 Desember 2022, menurut Indonesian Ocean Justice Initiative kepada Reuters pada 14 Januari 2023.

Indonesia bahkan telah mengerahkan kapal perang ke Laut Natuna Utara untuk memantau kapal penjaga pantai Tiongkok yang disebut berlayar di wilayah tersebut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan sebuah kapal perang, pesawat patroli maritim, dan pesawat nirawak telah dikerahkan untuk memantau kapal penjaga pantai Tiongkok.

"Kapal Tiongkok itu sejauh ini tidak melakukan aktivitas yang mencurigakan. Namun kami tetap perlu memantau karena mereka sudah cukup lama berlayar di ZEE," ujar Ali kepada Reuters.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.