Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seberapa Layak Adopsi Hidrogen Hijau?

📅 Rabu, 18 Jan 2023, 15:35 WIB | Oleh:

Hidrogen biru adalah hidrogen yang dihasilkan dari gas alam melalui metode yang disebut steam methane reforming. Dalam proses ini, gas alam dicampur dengan uap yang sangat panas dan biasanya katalis nikel.

Terjadi reaksi kimia yang menghasilkan hidrogen dan karbon monoksida, dan karbon monoksida ini kemudian diubah menjadi karbon dioksida, dan lebih banyak hidrogen dengan penambahan air.

Jika karbon dioksida ini dilepaskan, hidrogen yang dihasilkan dengan metode ini disebut "hidrogen abu-abu". Namun, jika upaya dilakukan untuk menangkap karbon dan menyimpannya di bawah tanah, prosesnya dianggap netral karbon dan diklasifikasikan sebagai "hidrogen biru".

Warna lain dari hidrogen juga ada, seperti hidrogen merah muda, yang mengacu pada hidrogen yang dihasilkan oleh elektrolisis yang ditenagai oleh fisi nuklir, dan hidrogen kuning, yang mengacu pada hidrogen yang dihasilkan dari elektrolisis yang ditenagai oleh jaringan energi, yang biasanya merupakan campuran bahan bakar fosil dan terbarukan.

Untuk menghindari kebingungan, Departemen Energi dan badan lainnya cenderung menyebutnya sebagai hidrogen "bersih".

Konsep Pabrik Hidrogen Hijau

Hidrogen hijau tidak berbeda dengan molekul hidrogen lainnya. Metode pembuatannya yang menentukan apakah itu "hijau" atau tidak.

Untuk digolongkan sebagai hidrogen hijau, sumber energi untuk proses elektrolisis harus bersih, sumber energi terbarukan, seperti matahari atau angin.

Elektrolisis pertama kali ditemukan dan dikategorikan secara resmi pada 1800 oleh ilmuwan Inggris, William Nicholson dan Anthony Carlisele.

Tiga dekade kemudian, Michael Faraday memberikan penjelasan matematis untuk fenomena ini dalam "dua hukum elektrolisis".

Prosesnya melibatkan penggunaan arus listrik untuk menggerakkan reaksi non-spontan, dengan kata lain, reaksi yang membutuhkan masukan energi.

Ini tidak eksklusif untuk pemisahan air yaitu elektrolisis juga digunakan dalam ekstraksi dan pemurnian logam, seperti aluminium, dari bijihnya.

Pada 1938, sel bahan bakar hidrogen pertama dikembangkan untuk menghasilkan listrik, dan pada 1960, sel bahan bakar hidrogen digunakan untuk menggerakkan pesawat luar angkasa dalam misi luar angkasa Apollo dan Gemini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.