Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rakus Makan Bisa jadi Pertanda Penyakit Binge Eating Disorder

📅 Rabu, 18 Jan 2023, 14:09 WIB | Oleh:
Rakus Makan Bisa jadi Pertanda Penyakit Binge Eating Disorder Doc: Omaranaseem
Ket. Ilustrasi.

Fenomena mukbang yang populer beberapa tahun berakhir membuat binge eating disorder turut disorot. Pasalnya, banyak konten kreator mukbang yang kerap mengonsumsi suatu hidangan dalam porsi yang besar.

Lalu apa itu binge eating disorder?

Menurut United Kingdom National Health Service (NHS), binge eating disorder adalah gangguan makan yang membuat penderitanya secara teratur makan begitu banyak makanan dalam waktu singkat sampai membuat mereka merasa kenyang dengan tidak nyaman.

National Eating Disorder mencatat binge eating disorder ditandai perasaan kehilangan kendali selama makan, hingga mengalami rasa malu, tertekan atau bersalah sesudahnya.

Pria dan wanita dari segala usia bisa mengalami gangguan makan berlebihan, tetapi biasanya dimulai pada akhir remaja atau awal 20-an. Binge eating disorder adalah gangguan makan yang paling umum di Amerika Serikat

Sebuah studi tahun 2007 terhadap 9.282 orang Amerika berbahasa Inggris tentang berbagai kondisi kesehatan mental, termasuk gangguan makan menemukan bahwa 3,5 persen wanita dan 2,0 persen pria mengalami gangguan makan berlebihan selama hidup mereka.

Gejala binge eating disorder meliputi: makan banyak dalam waktu singkat dan tidak bisa berhenti saat kenyang, makan saat tidak lapar, makan dengan sangat cepat, makan secara diam-diam atau selalu mencoba menyembunyikan porsi makan mereka, hingga merasa tertekan, bersalah, malu atau jijik setelah binge eating disorder.

Meski penyebab pasti binge eating disorder tidak diketahui, NHS menuturkan seseorang lebih mungkin mengalami gangguan tersebut jika:

1. Memiliki riwayat gangguan makan, depresi, atau penyalahgunaan alkohol atau narkoba.

2. Dikritik karena kebiasaan makan, bentuk tubuh, atau berat badan Anda.

3. Khawatir menjadi kurus, terutama jika Anda juga merasakan tekanan dari masyarakat atau pekerjaan Anda, misalnya penari balet, model, atau atlet.

4. Memiliki kecemasan, harga diri rendah, kepribadian obsesif atau perfeksionis.

5. Trauma emosional, misalnya mengalami kekerasan seksual, dan stres berat.

Pengobatan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.