Saran Dokter: Kenali Gejala Stroke Sejak Dini dan Cara Pengobatannya
Selasa, 17 Jan 2023, 18:43 WIBSurabaya - Dokter spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) di Surabaya dr Suwito Pantoro Sp.S, FINS, FINA memberikan edukasi kepada masyarakat agar mengenali gejala stroke sejak dini dan pengobatannya.
"Kenali gejala stroke sejak dini dan pengobatannya agar dapat mencegah dampak penyakit stroke yang dapat menimbulkan kematian dan kecacatan stroke," kata dr Suwito Pantoro saat Health Talk yang bertajuk Gejala Stroke Dini dan Pengobatannya di Surabaya, Selasa.
Suwito mengatakan, manifestasi stroke ataupun gejala stroke yang muncul sangat tergantung kepada daerah otak yang terganggu aliran darahnya. WHO mengenalkan "BEFAST" agar masyarakat lebih cepat tanggap.
Adapun BEFAST adalah B (pusing, sakit kepala, kehilangan keseimbangan), E (gangguan pengelihatan), F (wajahnya mencong), A (kelemahan tangan/kaki), S (bicaranya pelo, tidak jelas atau tidak dapat bicara) dan T (kapan waktu mulai timbul gejala dan harus segera ke sarana kesehatan untuk mendapat kepastian penyakit dan mendapat pengobatan secara cepat dan tepat).
Menurut dokter Siloam Hospital itu, stroke adalah manifestasi klinis akut disfungsi neurologis akibat gangguan aliran darah ke sebagian sel otak, medulla spinalis atau retina yang dapat menimbulkan kematian dan sering menimbulkan kecacatan seumur hidup.
Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyebut prevalensi nasional stroke adalah 13,5 per 1.000 penduduk. Data yang diperoleh tahun 2012-2014, jumlah stroke iskemik sebesar 80 persen dan sisanya sebesar 20 persen adalah stroke hemoragik.
Data Kemenkes 2021 bahkan menyebutkan bahwa stroke sekarang merupakan penyebab kematian nomor 1 di Indonesia dan kecacatan nomor 1 di dunia.
WHO menyebut pada hari stroke dunia Tahun 2022, bahwa 1 orang di antara 4 orang akan mengalami kejadian serangan stroke sepanjang hidupnya. Stroke secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu stroke sumbatan dan pendarahan.
Stroke sumbatan secara umum dapat dikelompokkan menjadi stroke iskemik trombosis dan emboli. Sedangkan stroke perdarahan dapat disebabkan pecahnya pembuluh darah karena hipertensi, aneurisma, dan AVM (kelainan pembuluh darah)
Pengobatan stroke akut secara umum dapat dibagi dalam beberapa aspek yaitu pengobatan terhadap strokenya sendiri, penanganan variabel fisiologi yang terjadi setelah stroke, seperti tekanan darah, gula darah dan suhu tubuh.
Selain itu, penanganan masalah medis yang terjadi akibat adanya stroke, termasuk penanganan saluran napas, jantung, kecukupan cairan dan metabolik, pencegahan luka, peningkatan tekanan intrakranial dan serta rehabilitasi.
Pengobatan stroke iskemik akut secara spesifik sendiri meliputi reperfusi (mengalirkan darah kembali), mencegah perluasan kerusakan sel, mencegah serangan stroke berulang sesegera mungkin.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Planetarium Harus Utamakan Sisi Edukasi Astronomi
-
DPR Dorong Pengembangan Pariwisata yang Libatkan Masyarakat Lokal
-
Pemkab Pasaman Terima DBH Rp155,4 Juta untuk JKK-JKM Pekerja Sawit
-
Gubernur DKI Jakarta Soroti Pentingnya Semangat Kebangkitan dalam Hadapi Tantangan Zaman
-
Antusiasme Warga Warnai Perjalanan Presiden Prabowo Menuju Upacara HUT TNI ke-80
-
Pengunjung Kebun Raya Bogor Melonjak 40 Persen saat Lebaran
-
Internet Rakyat: Kominfo Lombok Utara Dorong Pelajar Kuasai Literasi Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.