Pengunjung Kebun Raya Bogor Melonjak 40 Persen saat Lebaran
Selasa, 24 Mar 2026, 07:20 WIBKOTA BOGOR - Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, mencatat kenaikan jumlah pengunjung lebih dari 40 persen pada libur Lebaran 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 10 ribu pengunjung per hari.
Peningkatan kunjungan tersebut terjadi hingga H+3 Lebaran, seiring tingginya minat masyarakat menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai alternatif wisata tanpa mudik.
Senior Manajer Operasional PT Mitra Natura Raya Afandika Akbar Utama di Kota Bogor, Senin, mengatakan tren kenaikan ini diharapkan terus berlanjut hingga akhir masa libur Lebaran.
âPantauan kami libur Lebaran H+3 jumlah pengunjung Kebun Raya Bogor mengalami peningkatan lebih dari 40 persen dibandingkan tahun lalu. Kami menargetkan 100 ribu pengunjung dengan target 10 ribu pengunjung per hari,â ujar Afandika.
Menurut dia, lonjakan tersebut tidak lepas dari hadirnya program âPoelang Kampeongâ yang digelar pada 21â29 Maret 2026 di Taman Reindwart, Kebun Raya Bogor.
Program ini dirancang sebagai alternatif ruang perayaan Lebaran bagi masyarakat yang tidak mudik, dengan menghadirkan suasana kampung halaman dalam satu kawasan.
Afandika menjelaskan, konsep yang diusung mengangkat tradisi, kebersamaan, serta aktivitas khas Lebaran yang dikemas dalam pengalaman yang hangat dan inklusif bagi pengunjung.
âMelalui tradisi, kebersamaan, dan aktivitas khas Lebaran, Kebun Raya dihadirkan sebagai ruang perayaan yang menghidupkan suasana pulang kampung dalam bentuk pengalaman yang relevan bagi pengunjung,â katanya.
Program âPoelang Kampeongâ terbagi dalam empat zona utama, yakni Kampung Rasa, Kampung Budaya, Kampung Kumpul, dan Kampung Bermain.
Pada zona Kampung Rasa, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas Nusantara yang dihadirkan oleh pelaku UMKM lokal, seperti mie kocok Bandung, pempek Palembang, gudeg Yogyakarta, hingga papeda gulung dari Papua.
Sementara itu, Kampung Budaya menghadirkan pertunjukan seni tradisional dari berbagai daerah, seperti tari Jaipong, Reog Ponorogo, tanjidor, hingga ondel-ondel yang dikemas secara interaktif.
Di sisi lain, Kampung Kumpul menjadi ruang santai bagi keluarga untuk berpiknik dan menghabiskan waktu bersama dengan konsep terbuka tanpa aktivitas yang mengikat.
Adapun Kampung Bermain menyuguhkan berbagai permainan tradisional seperti egrang, bakiak panjang, dan engklek yang dapat dimainkan bersama, sehingga menghadirkan nuansa nostalgia kampung halaman.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Pemkot Bandung Siapkan 100 Armada Pengangkut Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka
-
DPRD DKI Resmi Sahkan Dua Perda, Apa Dampaknya Bagi Warga Jakarta?
-
Lembaga Adat Aceh Tak Dibiarkan Lalu, Tetap Akan Diperkuat
-
Pesisir Pangandaran Dihantam Gempa M 5,3, Tagana Siaga Satu Sisir Pantai!
-
Ribuan Umat Buddha Padati Borobudur, Indonesia Tipitaka Chanting 2026 Resmi Dimulai
-
Korsel Denda TikTok Rp126,5 Miliar, Ini Penyebabnya!
-
Ironi Negeri Kincir Air, Belanda Mulai Disapa Kekeringan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.