- Home
-
- Megapolitan
-
- Planetarium Harus Utamakan...
Planetarium Harus Utamakan Sisi Edukasi Astronomi
Jumat, 06 Feb 2026, 03:15 WIBJAKARTA - Reaktivasi Planetarium Jakarta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat banyak respons masyarakat. Namun, mantan pekerja Planetarium menilai, konsep pertunjukan belum sepenuhnya mencerminkan esensi planetarium sebagai pusat edukasi sains.
Mantan pekerja Planetarium, Ron Aldebaran, menilai, penyajian yang ditampilkan masih terlalu menitikberatkan sisi pemutaran video dan efek visual.
Padahal, menurut dia, inti planetarium bukan sekadar tontonan audiovisual. âPlanetarium bukan sekadar pemutaran video. Live narration oleh pakar astronomi adalah kunci utama,â ujar Ron.
Dia menjelaskan, informasi astronomi bersifat dinamis dan terus berkembang seiring temuan terbaru. Maka, penyampaian materi secara langsung oleh narator yang memahami astronomi menjadi bagian penting agar informasi yang diterima pengunjung Âmutakhir.
Ron merujuk standar International Planetarium Society (IPS) yang menempatkan simulasi langit malam dan fenomena benda langit secara langsung sebagai sajian utama planetarium. Sedangkan video dan efek visual hanya berfungsi sebagai pelengkap.
âSesuai dengan standar IPS, inti planetarium adalah simulasi langit. Video dan efek visual hanya pelengkap, bukan menu utama,â ujarnya. Ron Aldebaran juga mengingatkan kembali tujuan awal pembangunan Planetarium Jakarta pada masa Presiden pertama RI Soekarno. Saat itu, planetarium dirancang sebagai sarana edukasi publik untuk memperluas pengetahuan astronomi sekaligus meluruskan berbagai misinformasi dan tahayul terkait fenomena langit.
Pendekatan edukasi yang diusung, kata Ron, bersifat kolektif dan menyenangkan, sehingga masyarakat dapat belajar sains secara mudah dan menarik tanpa kehilangan substansi ilmiah.
âPorsi ideal pertunjukan seharusnya 75 persen edukasi, dan 25 persen hiburan. Bukan sebaliknya,â katanya. Masukan tersebut mendapat dukungan dari DPRD Jakarta. Sekretaris Komisi E DPRD Jakarta, Justin Adrian, menyatakan pengelola Planetarium perlu ditekankan pada fungsi edukasi. Dia tetap menjadi prioritas utama.
Justin mendorong, pengelola baru Planetarium Jakarta untuk melibatkan pakar astronomi serta teknisi yang kompeten agar materi yang disampaikan akurat dan sesuai dengan kaidah ilmiah. âPlanetarium adalah pusat edukasi sains, bukan sekadar atraksi visual,â ujarnya. J
ustin berharap reaktivasi Planetarium tidak hanya menghadirkan wajah baru secara fisik, tetapi juga memperkuat kualitas konten edukasi. Dengan demikian, Planetarium Jakarta dapat kembali menjalankan peran strategisnya sebagai pusat pembelajaran astronomi bagi masyarakat luas. pdr/G-1
- Planetarium
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi
-
Gubernur DKI Jakarta Ungkap UMKM Antusias Pindah ke Blok M Hub
-
DKI Jakarta Pecahkan Rekor MURI, Wisuda Sekolah Lansia Terbanyak di Indonesia
-
Menilik Pesan Bung Karno untuk Planetarium Jakarta: 75 Persen Edukasi, Bukan Cuma Hiburan
-
UU Ciptaker Picu Pemerintah Beri Subsidi ke Industri Batubara
-
PM Jepang Shigeru Ishiba Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri
-
Rekrut 1552 Generasi Muda, Pertamina Siapkan Talenta Masa Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.