Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dianggap Musuh Peradaban

📅 Senin, 16 Jan 2023, 06:35 WIB | Oleh:
Dianggap Musuh Peradaban Doc: Istimewa

Sebelum kembali menyerang Konstantinopel untuk mendapatkan kembali upeti yang dipotong oleh Marcianus, Attila the Hun atau Attila meninggal karena tercekik setelah ia mengalami pendarahan pada bulan-bulan awal tahun 453.

Catatan konvensional sejarawan Priscus, menyebutkan pada malam setelah pesta perayaan pernikahan terakhirnya dengan seorang Goth cantik bernama Ildico, dia menderita mimisan parah dan mati tercekik dalam keadaan pingsan.

Sebuah alternatif dari teori mimisan yang dikemukakan Priscus adalah ia meninggal karena pendarahan internal setelah minum banyak. Sebuah kisah alternatif tentang kematiannya, pertama kali dicatat delapan puluh tahun setelah fakta oleh penulis sejarah Romawi Count Marcellinus, melaporkan. "Attila, Raja Hun dan pemangsa provinsi Eropa, ditusuk oleh tangan dan pedang istrinya," tulis dia.

Kisah dari Volsunga dan Poetic Edda menyatakan Raja Attila meninggal di tangan istrinya Gudrun. Terlepas apa penyebab meninggalkan, Attila dikenal dalam sejarah dan tradisi Barat sebagai momok yang kelam dan namanya telah menjadi buah bibir untuk kekejaman dan barbarisme.

Sifat-sifatnya dalam imajinasi popular disejajarkan dengan dengan panglima perang Khan Agung Genghis Khan dari Mongolia dan Tamerlane dari samarkan Samarkand, di Uzbekistan saat ini. Sama seperti Attila, keduanya dikenal sebagai pecinta pertempuran dan penjarahan yang kejam, pintar, dan optimis.

Sebenarnya suku Hun di era Attila telah berbaur dengan peradaban Romawi selama beberapa waktu. Sebagian besar melaluifoederati(salah satu suku yang terikat perjanjian ataufoedus) Jerman di perbatasan. Priscus mengidentifikasi ada tiga bahasa yang ada di kawasan yaitu Hun, Gotik, dan Latin.

Priscus juga menceritakan pertemuannya dengan seorang tawanan Romawi timur yang telah sepenuhnya berasimilasi dengan cara hidup Hun yang tidak memiliki keinginan untuk kembali ke negara asalnya. Deskripsi sejarawan Bizantium tentang kerendahan hati dan kesederhanaan Attila tidak ambigu dalam kekagumannya.

Dalam konteks historis, kehidupan Attila memainkan peran besar dalam menentukan citra publiknya di kemudian hari. Pada tahun-tahun memudarnya kekaisaran barat, konfliknya dengan Aetius (sering disebut "orang Romawi terakhir") dan keunikan budayanya membantu mendandani dia dalam topeng orang barbar yang ganas dan musuh peradaban. Hal ini telah digambarkan dalam sejumlah film dan karya seni lainnya.

Epik Jermanik menggambarkan Attila the Hun yang lebih bernuansa. Dia adalah sekutu yang mulia dan murah hati, seperti Etzel di Nibelungenlied, dan pelit yang kejam, seperti Attila di Volsunga Saga dan Poetic Edda. Sejarah nasional Attila di Hongaria dan Turki nama Attila dan istrinya Ildikó selalu digambarkan sebagai orang baik hingga saat ini. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.