Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tolak Rencana Zelensky, Rusia Tegaskan Pembicaraan Damai Akan Dilakukan Langsung, Bukan di PBB

📅 Sabtu, 14 Jan 2023, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tolak Rencana Zelensky, Rusia Tegaskan Pembicaraan Damai Akan Dilakukan Langsung, Bukan di PBB Doc: Antara/Handout via Reuters
Ket. Prajurit Ukraina menembakkan 130 mm towed field gun M-46 di garis depan, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, dekat Soledar, wilayah Donetsk, Ukraina, dalam gambar yang dirilis (10/11/2022).

MOSKOW - Setiap pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina di masa depan akan dilakukan secara langsung, kata pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia Alexey Polishchuk pada Jumat (13/1).

Polishchuk menyebut rencana Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk penyelenggaraan KTT perdamaian di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, pada Februari mendatang, sebagai langkah tidak serius dan populis.

"Sejauh ini, kami hanya berkomunikasi langsung dengan Ukraina, menggunakan platform yang disediakan dengan baik untuk kami (di Belarusia dan Turki), yang sangat kami hargai," kata Polishchuk kepada kantor berita Rusia, TASS.

Antara Februari dan April tahun lalu, Rusia mengadakan tiga putaran pembicaraan damai dengan Ukraina di Belarus dan satu putaran di Turki.

Negosiasi kemudian dipindahkan ke konferensi video, sebelum kemudian dihentikan oleh Ukraina, kata Polishchuk.

Jika pembicaraan dilanjutkan, kata dia, Ukraina harus mempertimbangkan realitas baru di lapangan.

"Sejak Kiev mengganggu proses negosiasi, situasinya telah berubah, dengan wilayah baru bergabung dengan Rusia," kata dia.

Prospek penyelesaian diplomatik yang berhasil dengan Ukraina sulit untuk dinilai karena Moskow melihat bahwa Kiev tetap menjadi "alat Barat, terutama AS", kata Polishchuk.

"Faktanya, Rusia tidak menentang Ukraina, melainkan menentang konglomerat industri militer NATO-Ukraina, di mana Ukraina adalah alat yang digunakan untuk melawan Rusia, sementara NATO dan anggotanya bekerja di belakang dengan memasok senjata dan intelijen," ujar dia.

Meskipun ada sekitar 20 proposal untuk mediasi antara Rusia dan Ukraina, tidak semuanya dapat dipercaya, tutur dia.

Itu karena keterlibatan negara-negara yang memasok senjata ke Ukraina dan menjatuhkan sanksi kepada Rusia, yang menjadikan mereka "pihak dalam konflik", kata dia.

Polishchuk mengatakan Polandia berfungsi sebagai pusat transit senjata yang mengalir dari Barat, dan menuduhnya mencari cara untuk merebut kembali wilayah yang hilang dalam Perang Dunia II.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.