Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pacu Sumber Baru Perekonomian

📅 Sabtu, 14 Jan 2023, 08:19 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pacu Sumber Baru Perekonomian Doc: ISTIMEWA
Ket. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara

JAKARTA - Tiga fenomena tinggi mengancam semua negara dunia, mulai dari inflasi dan suku bunga tinggi hingga pembengkakan beban utang. Pemerintah bersama bank sentral harus piawai menghadapi ancaman ini.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, mengingatkan bayang-bayang dari ketidakpastian global juga harus terus diwaspadai. "Sepertiga dunia akan ada dalam periode sangat sulit, bahkan dikatakan resesi. Sementara dua pertiga pasti kena dampak, tetapi dampaknya hampir pasti berbeda-beda. Untuk Indonesia, kita minimalkan dengan fundamental domestiknya kuat. Itu yang sumber optimismenya," kata Wamenkeu di Jakarta, Jumat (13/1).

Untuk mengantisipasi dampak resesi di negara maju, Wamenkeu mengungkapkan Indonesia perlu untuk mencari sumber baru pertumbuhan ekonomi, yakni dengan melanjutkan hilirisasi sumber daya alam, menggunakan produk dalam negeri, mengembangkan UMKM, dan transisi ke ekonomi hijau.

"Ini sudah mulai digaungkan dan kita terus lakukan dengan disiplin karena akan menciptakan banyak sekali multiplier effect di dalam negeri. Empat ini adalah sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia dan itu didorong oleh fundamental kita," jelas Wamenkeu.

Lebih lanjut, ketika dunia resesi, Wamenkeu menekankan sektor keuangan memiliki tingkat kerentanan cukup besar karena memiliki eksposur ke global yang tinggi.

"Pasti kita harus sangat sangat waspada bagaimana hubungan financial sector kita dengan global," kata Wamenkeu.

Sektor lain yang juga terdampak resesi adalah industri manufaktur berorientasi ekspor. Menurut Wamenkeu, ketika pendapatan di negara-negara tujuan ekspor turun, permintaan barang dan jasa ke Indonesia juga ikut melemah. Untuk itu, perlu meningkatkan daya saing dan memperbaiki efisiensi.

"Dunia usaha kemudian meningkatkan penggunaan input yang efisien sehingga produknya itu menjadi kompetitif harganya. Ini mesti diterjemahkan ke setiap dunia usaha. Teman-teman di asosiasi sekarang saya rasa sudah cukup mendalami ini dan kita tentu akan men-support dari pemerintah seperti apa yang harus kita lakukan untuk menjaga competitiveness kita terhadap barang-barang yang kita ekspor ke luar," papar Wamenkeu.

Sebaiknya Anda baca juga:

Antisipasi Ancaman

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, mengatakan selama ini bank sentral memang sudah mengantisipasi ancaman gejolak global dengan menaikkan suku bunga acuan. Pengetatan moneter itu dimaksudkan untuk mengurangi tekanan terhadap capital outflow atau pelarian modal asing ke luar negeri.

Namun kata dia, harus ada upaya tambahan dengan menaikkan rasio giro wajib minimum (GWM) di atas 8 persen. Keputusan Bank Indonesia (BI) yang mengerek rasio GWM rupiah perbankan di atas 8 persen akan berdampak pada penyaluran kredit perbankan. Apalagi di saat yang sama, perbankan akan mempercepat transmisi kenaikan BI 7 days repo rate menjadi 5,5 persen pada akhir 2022 dengan menaikkan suku bunga kredit.

"Dari kenaikan GWM dan kenaikan suku bunga ini, tentu saja dampaknya nanti bank akan melakukan pengetatan likuiditas. Implikasinya bank akan kehilangan sumber daya yang harusnya bisa diputar, kredit menjadi terbatas. Sementara cost of fund-nya akan meningkat," ucapnya.

Tak hanya itu, bank sentral juga harus secepatnya melakukan operasi pasar agar dollar tidak lari ke luar negeri atau nilai tukar rupiah terus tertekan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

35 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

59 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.