Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Noma, Restoran Terbaik di Dunia akan Tutup

📅 Selasa, 10 Jan 2023, 18:01 WIB | Oleh:

Noma memiliki staf multibahasa yang menghabiskan sebagian besar waktu untuk menjelaskan hidangan apa dan bahkan bagaimana cara mengonsumsinya.

"Saya tidak berpikir itu berarti kematian masakan atau kasualisasi makan, karena masih ada tuntutan global akan formalitas dan eksklusivitas. Ini adalah krisis koki sebagai seniman," katanya.

Tyler Cowen, pakar ekonomi di George Mason University di Fairfax, dan pengunjung restoran yang berdedikasi, mengatakan bahwa orang salah menafsirkan niat Redzepi dengan penutupan tersebut. Cowen tidak berpikir koki itu berargumen bahwa dia tidak dapat menghasilkan uang dengan Noma dan ambisi artistiknya yang besar. Hanya saja dia dapat menghasilkan lebih banyak uang dengan melakukan hal-hal lain yang mungkin tidak terlalu membuat stres.

"Dia sangat terkenal sekarang, dia bisa melakukan acara pribadi, memasak untuk miliarder, pernikahan khusus dan bekerja dua bulan setahun atau apa pun dan menghasilkan lebih dari yang dia hasilkan di restoran," kata Cowen.

"Dialah yang akan mendapat penghasilan mulai dari sekarang. Mengapa bekerja keras setiap malam sampai jam 2 pagi di restoran ketika Anda dapat mengatur jadwal dan harga Anda sendiri, menagih orang super kaya?" tuturnya.

Selama bertahun-tahun, bisnis ini berubah beberapa kali. Noma menjadi redup pada 2015 dengan pop-up (buka sementara) lima minggu di Tokyo, dan setahun kemudian buka di Sydney dan Tulum, Meksiko. Noma dibuka kembali pada 2018 di Kopenhagen, dengan kritikus restoran The Washington Post, Tom Sietsema, menyatakan iterasi baru, "kesempatan langka untuk bergaul dengan seorang visioner sejati".

"Segera menjadi jelas bahwa kita sedang memakan masa depan, proses pemikiran Redzepi sangat berpengaruh sehingga hidangannya disalin dengan kecepatan internet oleh koki di seluruh dunia," tulis Sietsema.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.