Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengakuan Pangeran Harry Dikecam Komandan AD Inggris dan Taliban

📅 Sabtu, 07 Jan 2023, 08:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengakuan Pangeran Harry Dikecam Komandan AD Inggris dan Taliban Doc: VOA/AP/Kin Cheung
Ket. Poster promosi buku memoar baru "Spare" dipajang di sebuah toko buku di London, Kamis, 5 Januari 2023.

JAKARTA - Seorang mantan komandan pasukan Inggris mengkritik penggambaran Pangeran Harry sewaktu menjalankan tugas di Angkatan Darat Inggris di Afghanistan.

Kolonel Richard Kemp, mantan komandan Angkatan Darat Inggris di Afghanistan, mengatakan komentar Pangeran Harry dalam bukunya yang akan dirilis dapat membahayakan pasukan Inggris.

"Saya pikir ini akan menghasut beberapa orang untuk mencoba menyerang tentara Inggris di manapun di dunia, atau mantan tentara Inggris," kata Kemp kepada Sky News, seperti dikutip VOA, Jumat (6/1).

Pangeran Harry mengungkapkan rincian tentang perannya dalam membunuh sejumlah militan Taliban selama dinas militernya di Afghanistan dalam sebuah memoar baru berjudul "Spare" yang akan dirilis secara resmi pada 10 Januari.

Buku yang dibuat seorang penulis bayangan itu mencakup pernyataan Harry bahwa ia membunuh 25 orang Taliban saat bertugas sebagai ko-pilot dan penembak untuk helikopter Apache pada 2012 sebagai bagian dari kampanye militer Inggris melawan Taliban di Afghanistan.

Ia mengatakan bahwa ia tidak merasa bangga atau malu atas tindakannya. Di tengah panasnya pertempuran, ia menganggap pejuang musuh sebagai bidak yang harus dikeluarkan dari papan catur.

Associated Press membeli salinan buku berbahasa Spanyol itu sebelum diterbitkan dalam 16 bahasa di seluruh dunia pada hari Selasa (10/1).

Harry mengabdi selama 10 tahun di Angkatan Darat Inggris, tahun-tahun yang ia gambarkan sebagai yang paling membahagiakan karena ia bisa merasakan kehidupan normal, sebelum mengambil tugas kerajaan penuh waktu pada tahun 2015.

Anas Haqqani, seorang pejabat senior Taliban bereaksi terhadap pernyataan Harry tentang pembunuhan 25 orang Afghanistan selama misinya dengan pasukan Inggris di Helmand. Ia mengatakan mereka yang dibunuh oleh Harry adalah manusia dan bukan bidak catur.

Ia mengatakan dalam serangkaian cuitan di Twitter, "Harry! Yang Anda bunuh bukanlah bidak catur, mereka adalah manusia; mereka memiliki keluarga yang menunggu kepulangan mereka."

"Di antara para pembunuh orang Afghanistan, tidak banyak yang memiliki kesopanan Anda untuk mengungkapkan hati nurani mereka dan mengakui kejahatan perang mereka. Yang benar adalah apa yang Anda katakan; Orang-orang kami yang tidak bersalah adalah bidak catur bagi tentara, dan bagi pemimpin militer dan politik Anda. Tapi tetap saja, Anda dikalahkan dalam permainan catur ini."

Haqqani mengatakan ia tidak berharap bahwa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) akan memanggil Anda atau para aktivis HAM akan mengutuk Anda, "karena mereka menutup mata dan telinga untuk Anda. Tapi semoga kekejaman ini akan dikenang dalam sejarah umat manusia."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.