Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

9 Mitos dan Kesalahan dalam Mencuci Muka yang Sering Disepelekan

📅 Jumat, 06 Jan 2023, 12:08 WIB | Oleh:
9 Mitos dan Kesalahan dalam Mencuci Muka yang Sering Disepelekan Doc: Freepik/Gpointstudio
Ket. Ilustrasi mencuci wajah.

Mencuci muka adalah rutinitas harian untuk membersihkan kulit wajah dari debu dan kotoran. Hampir setiap dari kita rutin mencuci muka setiap harinya untuk menjaga kesehatan kulit wajah.

Kegiatan cuci muka pun terlihat sangat sederhana, hanya menggosokan sabun ke permukaan kulit wajah. Sayangnya, banyak orang yang masih salah dalam mencuci muka. Ketika dilakukan dengan sembarangan, bukan tidak mungkin aktivitas mencuci muka justru menimbulkan dampak tidak baik.

Berikut selaban mitos dan kesalahan umum dalam mencuci wajah seperti yang telah Koran Jakarta rangkum dari Insider:

1. Mencuci muka dua kali sehari

Walau banyak orang merekomendasikan untuk selalu mencuci muka ketika bangun tidur dan mau tidur, Dokter Kulit yang berbasis di New York City, Hadley King mengatakan frekuensi mencuci muka tergantung pada jenis kulit dan apa yang perlu kamu bersihkan.

Berbicara kepada Insider, King menjelaskan jenis kulit kering atau sensitif sebaiknya dibersihkan sekali di malam hari. Sementara kulit berminyak mungkin mengharuskan pemiliknya untuk mencuci muka setidaknya dua kali sehari.

Meski begitu, King menyarankan bagi kamu yang melakukan olahraga atau memakai riasan tebal, untuk selalu mencuci muka setelah olahraga atau sebelum tidur.

"Membersihkan wajah sebelum tidur umumnya dianjurkan tidak hanya untuk menghilangkan make up tapi juga kotoran dan polusi yang menumpuk di kulit kita di siang hari," ungkapnya.

Partikel polusi udara disebut King dapat menyebabkan kerusakan oksidatif dan berkontribusi pada kerusakan kolagen dan kerutan.

"Jika Anda menggunakan produk kulit semalaman yang meninggalkan residu atau lapisan pada kulit Anda, kemungkinan besar Anda juga ingin membersihkan wajah di pagi hari," katanya kepada Insider.

2. Kulit terasa kencang atau sensasi terbakar menandakan muka lebih bersih

Dokter kulit dan pendiri merek perawatan kulit klinis DERMAdoctor, Audrey Kunin mengatakan istilah "No pain, no gain" tidak berlaku untuk perawatan kulit.

"Ketika kulit terbakar atau teriritasi oleh bahan perawatan kulit, itu mengganggu pelindung kulit, yang dapat menyebabkan kepekaan kulit lebih lanjut dan bahkan infeksi kulit," jelasnya.

Tetapi, asam tertentu dan retinoid dapat menghasilkan sedikit sensasi terbakar atau reaksi pengelupasan sampai kulit menyesuaikan diri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BPS: Fenomena El Nino Ubah ...
Olahraga
Gonzalo Garcia Resmi Dikont...
Ekonomi
Menanti Sinyal The Fed, 4 A...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.