Pasokan Bawang Merah Aman
📅 Selasa, 03 Jan 2023, 08:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Petani di Kabupaten Temanggung turut berkontribusi memasok bawang merah guna memenuhi kebutuhan pada awal tahun ini. Kesiapan petani Temanggung ini berkat alokasi program pengembangan kawasan agroindustri hortikultura berbasis korporasi dari Kementerian Pertanian (Kementan), meliputi komoditas bawang merah, bawang putih dan cabai.
Petani di Kabupaten Temanggung turut berkontribusi memasok bawang merah guna memenuhi kebutuhan pada awal tahun ini. Kesiapan petani Temanggung ini berkat alokasi program pengembangan kawasan agroindustri hortikultura berbasis korporasi dari Kementerian Pertanian (Kementan), meliputi komoditas bawang merah, bawang putih, dan cabai.
Dari daerah ini pula terlahir para petani andalan atau dikenal sebagai "champion" yang dibina oleh Kementerian Pertanian. "Champion" adalah sebutan petani penggerak sekaligus mitra pemerintah yang mendukung stabilisasi pasokan nasional.
Siswanto adalah salah satu petani "champion" bawang merah sekaligus Ketua Kelompok Tani Agrapana Jaya asal Desa Balesari, Kecamatan Bansari. Saat dihubungi, dirinya mengatakan para petani di daerahnya saat ini semakin maju dan terkonsolidasi. Hal ini berkat adanya kegiatan pengembangan agroindustri terpadu dari Kementerian Pertanian yang dicanangkan langsung oleh Presiden Jokowi sejak 2021.
"Pastinya, produksi dan produktivitas bawang merah dan cabai semakin meningkat. Saat puasa dan lebaran tahun lalu kami mampu menjadi penyangga pasokan sehingga inflasi terjaga," kata Siswanto dikutip dari keterangan resmi Kementan, Senin (2/1).
Sebaiknya Anda baca juga:
Khusus bawang merah, lanjut Siswanto, diperkirakan luas panen hingga akhir Desember 2022 tak kurang dari 89 hektar. Luasan tersebut baru dari wilayah Bansari dan sekitarnya. Varietasnya kebanyakan Batu Ijo yang umum ditanam di dataran tinggi.
"Kami siap untuk mendukung pengamanan pasokan jelang dan saat tahun baru. Berkat pendampingan intensif dari Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian setempat, terjadi kenaikan rata-rata hasil panen bawang merah, dari semula 8 ton per hektar, menjadi 12-13 ton per hektar. Harga jualnya juga bagus, menguntungkan petani," ucapnya.
Konsolidasi Panen
Sebaiknya Anda baca juga:
Stabilnya pasokan dan harga bawang merah disebut berbagai pihak tak luput dari upaya Kementan mengkolaborasikan para petani champion di berbagai sentra. Saat dikonfirmasi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menilai para champion ini selain sebagai tokoh penggerak dalam pengaturan pola tanam, juga mengambil peran mengkonsolidasikan hasil panen petani.
Dia menambahkan partisipasi mereka adalah menjadi stok pengamanan pasokan untuk didistribusikan ke pasar seluruh Indonesia, utamanya wilayah yang neraca produksinya masih defisit.
"Mereka telah menjadi mitra strategis pemerintah sampai saat ini," ujarnya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2022 naik 1,11 persen menjadi 109,00 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
"Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,83 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,72 persen," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/1).
NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. Selain itu NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi, maupun untuk biaya produksi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!