Pernyataan Kontroversial Efendi Simbolon di Ruang Publik Memantik Bara Keluarga Besar TNI dan Amarah Rakyat Indonesia
📅 Senin, 12 Des 2022, 16:03 WIB | Oleh: M. Fachri"Apalagi mengenai pernyataan kontroversial Efendi Simbolon yang menyinggung dan menyakiti keluarga besar TNI, memantik gelombang protes dan berujung dilaporkan ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD-DPR RI) berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik karena pernyataan dan narasi yang disampaikan Efendi Simbolon berpotensi memecah belah bangsa," ucapnya lagi.
Proses penanganan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan MKD - DPR RI mengenai pernyataan Efendi Simbolon hanya menghasilkan permintaan maaf dan tidak ada pemberian sanksi kepada yang bersangkutan.
"Padahal pernyataan dan narasi yang dibangun merusak tatanan Institusi TNI dan gelombang protes dari keluarga besar TNI dan Rakyat Indonesia," sambungnya.
"Effendi Simbolon merupakan representasi rakyat yang seharusnya menjaga sikap, perilaku dan perbuatan dari hal - hal yang dapat memancing kegaduhan apalagi merusak tatanan bangsa," tandasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelum, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI-P Effendi Simbolon menjelaskan maksud dari pernyataan yang pernah disampaikannya dalam rapat kerja (raker) bersama Kementerian Pertahanan dan TNI.
Saat itu, Effendi Simbolon sempat menyebut TNI seperti 'gerombolan lebih-lebih organisasi masyarakat (ormas)'.
Awalnya, Effendi menjelaskan Komisi I DPR pada Senin (5/9), menggelar rapat kerja bersama Kemhan, Panglima TNI, dan para kepala staf angkatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pokok bahasan dalam raker adalah pembahasan anggaran RKL Tahun 2023 dan juga membahas isu-isu aktual," ujar Effendi dalam jumpa pers di Gedung DPR, Rabu (14/9).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!