Presiden: RI Harus Miliki Strategi Besar agar Kuat dan Mandiri
📅 Rabu, 30 Nov 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiIndonesia semestinya meniru tiga negara yang kini telah siap menghadapi ancaman krisis pangan, yakni Tiongkok, Israel, dan Belanda.
Tiongkok sudah sukses membuat benih padi yang produksinya dua kali lipat lebih banyak, sedangkan Belanda dan Israel telah mengimplementasikan teknologi yang mumpuni untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian.
"Ethiopia dulu adalah negara dengan banyak penduduk kelaparan, sekarang setelah Israel masuk ke situ, mereka menjadi sumber pangan nomor tujuh di dunia karena teknologi dari Israel," paparnya.
Ancaman perubahan iklim dan krisis pangan, ujarnya, memang belum terlalu terlihat di Indonesia, karena ketersediaan sumber daya alam masih cukup melimpah dan kondisi geografis Indonesia yang memungkinkan produksi pertanian tetap berjalan sepanjang tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akibatnya, pemborosan atau penggunaan sumber daya secara kurang efisien masih terjadi dalam banyak aspek, termasuk di sektor pertanian. "Di Indonesia pemborosannya luar biasa karena merasa air tidak harus dibeli, tapi ke depan ancamannya akan luar biasa," kata Jaka.
Jangan Kendor
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan pemerintah perlu membuat strategi besar. Kekuatan Indonesia adalah penghasil komoditas primer, baik berupa bahan tambang, pertanian, kelautan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas serta variasinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Keunggulan ini harus ditingkatkan dengan meningkatkan nilai tambahnya," kata Suhartoko.
Penguatan industri pengolahan atau hilirisasi ini tidak boleh kendor karena kekalahan akibat sengketa ekspor bijih nikel di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), sebab apa pun alasannya, seperti apa pun tantangannya, komoditas primer harus diolah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!