Ibu Negara Korea Selatan Disebut Meniru Gaya Publik Figur Terkenal
📅 Rabu, 16 Nov 2022, 11:30 WIB | Oleh: Suliana
Doc: UNICEF
Ibu negara Korea Selatan, Kim Keon-hee menarik perhatian setibanya di Bali untuk mendampingi suaminya Presiden Yoon Suk-Yeol dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20.
Wanita berusia 50 tahun itu mencuri perhatian karena awet muda dan penampilannya yang elegan dengan padanan blouse putih serta rok selutut. Kim memang terkenal dengan gaya berpakaiannya yang kasual dan dan simpel.
Namun pada saat yang bersamaan, Kim justru menerima kritikan dari politikus Korea Selatan atas penampilannya ketika menghadiri pekerjaan amal ke Kamboja.
Mengenakan kemeja polo lengan pendek hitam dan celana putih, Kim terlihat menggendong anak laki-laki yang menderita penyakit jantung bawaan.
Aksinya itu lantas membuat Kim disebut berupaya meniru bintang Audrey Hepburn selama kunjungannya ke pusat pemberian makan yang dibantu UNICEF di Baidoa, Somalia, pada tahun 1992.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oposisi utama Partai Demokrat Korea (DPK) Kim Yong-min menuduh ibu negara Korea Selatan itu mencoba meniru sang aktris.
"Jika Anda ingin meniru seseorang, cobalah meniru semangat dan pengorbanannya, bukan pose atau pakaiannya," tulis Kim Yong-min di Facebook.
"Juga, tolong mulai dengan meninggalkan kejahatan menggunakan mereka yang menderita sebagai hiasan," sambungnya, seperti dikutip dari Korea Times.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama pertemuan partai pada hari Senin (14/11), Perwakilan DPK Jang Kyung-tae menuduh kantor kepresidenan menggunakan "pornografi kemiskinan".
Pada saat yang sama, Jang juga menegur ibu negara karena melakukan "ketidaksopanan diplomatik" usai memilih keluar dari program resmi.
Senada, mantan anggota parlemen DPK Kim Jin-ae juga menulis di Facebook.
"Apakah dibenarkan di arena diplomatik untuk menolak jadwal pasangan resmi?" ujarnya.
"Mengapa ada begitu banyak foto Kim? Ibu negara adalah publik figur bukan selebriti," sambungnya.
Diketahui, Kim seharusnya bertemu anak laki-laki itu sehari sebelumnya ketika dia mengunjungi Pusat Medis Hebron di Phnom Penh, sebuah fasilitas yang didirikan pada 2007 oleh seorang dokter anak Korea Selatan, tetapi anak laki-laki itu tidak hadir di acara tersebut karena kondisinya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!