Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sudan Selatan Ingin Putus Status Pengungsi Puluhan Ribu Warga

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 22:42 WIB | Oleh:
Sudan Selatan Ingin Putus Status Pengungsi Puluhan Ribu Warga Doc: AFP/AKUOT CHOL/GETTY IMAGES

JUBA - Sudan Selatan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengakhiri pengungsian berkepanjangan bagi setidaknya 60.000 warga Sudan Selatan per akhir 2026.

Dalam pertemuan kedua Komite Pengarah Solusi Berkelanjutan (Durable Solutions Steering Committee) di Juba, Sudan Selatan, Selasa (16/6), para menteri, otoritas negara bagian, dan pejabat PBB menyatakan meskipun kemajuan lokal telah dicapai, laju dan skala pemulihan yang lebih luas masih sangat bergantung pada stabilitas, ketersediaan lahan, dan akses ke layanan esensial.

Menteri Urusan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana Sudan Selatan Albino Akol Atak menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memajukan agenda solusi berkelanjutan, termasuk menciptakan kondisi yang aman dan sukarela bagi pemulangan dan reintegrasi, sambil memantau kemajuan secara cermat.

"Bagi setiap warga Sudan Selatan yang masih hidup dalam pengungsian berkepanjangan, penundaan selama setahun berarti kehidupan mereka pun harus tertunda selama setahun," kata Akol dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Selasa (16/6) malam waktu setempat.

PBB pada 2026 mencatat Sudan Selatan menghadapi krisis pengungsi internal yang signifikan, yang memengaruhi lebih dari 2,5 juta orang, termasuk 964.000 orang yang tinggal di kamp-kamp dan lokasi-lokasi yang telah ditentukan.

PBB mengatakan krisis berkepanjangan ini bermula dari konflik 2013, namun menjadi semakin parah akibat banjir berulang dan guncangan iklim.

Menurut PBB, konflik yang sedang terjadi di Sudan, negara tetangga Sudan Selatan, turut memperburuk keadaan darurat ini. Sejak 2023, lebih dari 1,3 juta pengungsi, baik pengungsi Sudan yang masuk ke Sudan Selatan maupun pengungsi Sudan Selatan yang kembali ke tempat asalnya, menyeberang masuk ke Sudan Selatan.

Berkat dukungan pemerintah, PBB, dan para mitranya, lebih dari 28.000 orang yang sebelumnya mengungsi telah pulang, berintegrasi kembali, atau menetap di tempat tinggal baru di negara bagian Unity, Nil Hulu, dan Bahr el Ghazal Barat, di mana kondisi setempat memungkinkan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Jeritan Anak Lebanon: 247 T...
Daerah
Gelaran Operasi Bibir Sumbi...
Daerah
50 Hektare Sawah Terdampak ...
  • Penumpang KA Pandalungan Membeludak, Okupansi Tembus 97,5%!
    Preview komentar:
    Hubungi Call Center Bank UOB dan rasakan kemudahan ...
    Hubungi Call Center Bank BTN dan rasakan kemudahan ...
  • Musim Tanah Liat Mulai Memanas
    Preview komentar:
    Hubungi Call Center (INDODAX) dan rasakan kemudahan hanya ...
    Hubungi Call Center (INDODAX) dan rasakan kemudahan hanya ...
  • Kementerian ESDM: Kebijakan B50 Hemat Devisa Negara Rp157,28 Triliun
    Preview komentar:
    "Call Center ""Bri QLola"" dapat di akses melalui ...
    "Call Center ""Bri QLola"" dapat di akses melalui ...
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.