Redam Ketidakpastian Global, Ruang Fiskal Harus Diperluas
📅 Jumat, 09 Sep 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara itu, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan tantangan pemerintah saat ini adalah menstabilkan kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Selain itu, perlu insentif fiskal untuk dorong hilirisasi industri agar lapangan pekerjaan lebih banyak lagi dan nilai ekspor meningkat. Kemudian, pengeluaran pemerintah juga bisa untuk mendorong ekonomi digital agar bisa bekerja dengan lebih efisien dan efektif.
Untuk kebijakan moneter, kata Esther, harus fokus pada stabilisasi harga dengan berbagai instrumen moneter karena ada kecenderungan inflasi meningkat. "Instrumen moneter yang digunakan bisa berupa kenaikan suku bunga, operasi pasar, dan lain-lain. Sementara kebijakan fiskal diharapkan lebih pada pengeluaran pemerintah untuk mempertahankan daya beli masyarakat berupa bansos," kata Esther.
Pakar Ekonomi dari Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Surabaya, Leo Herlambang, mengatakan agar stabilitas terjaga, pemerintah bersama otoritas moneter harus mengarahkan kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga ketersediaan barang dan jasa di market.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hal yang terpenting dalam ekonomi itu adalah ketersediaan untuk menjalankan ekonomi itu sendiri. Meskipun mahal, tapi dengan ketersediaan akan menahan gejolak, dan kenaikan yang terjadi masih terpantau," kata Leo.
Selain itu, kebijakan yang diambil tidak kontraproduktif, dan harus mendukung situasi yang kekinian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!