Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bila Ingin Ekspor, Laju Konversi Lahan Sawah Produktif Harus Dihentikan

📅 Selasa, 16 Agu 2022, 00:02 WIB | Oleh:
Bila Ingin Ekspor, Laju Konversi Lahan Sawah Produktif Harus Dihentikan Doc: Sumber: BPS, SUSENAS - KJ/ONES

JAKARTA - Keberhasilan swasembada beras selain karena produktivitas yang meningkat, juga ditopang meningkatnya diversifikasi pangan yang telah menurunkan konsumsi beras. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) selama lima tahun terakhir, konsumsi beras telah menurun dari 99 kilogram per kapita per tahun pada 2016 menjadi 94.4 kilogram per kapita per tahun pada 2021.

Pakar Pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan untuk mempertahankan swasembada beras, gerakan diversifikasi pangan sesuai program Pola Pangan Harapan harus ditingkatkan.

"Dengan revolusi hijau maka produksi padi harus ditingkatkan secara intensif. Tapi kenyataannya, peningkatan produksi beras ada batasan, pasti ada kendala seperti lahan dan sebagainya. Padahal kalau melihat kebutuhan untuk 270 juta penduduk, itu kebutuhan yang luar biasa dibanding negara lain," kata Ramdan. Oleh karena itu, diversifikasi pangan harus dikedepankan. Tidak hanya sekadar kenyang, tetapi perlu memenuhi gizi yang seimbang.

Pengurangan konsumsi beras juga bisa melalui gerakan seperti one day without rice dalam seminggu, atau satu hari hanya makan nasi dua kali, satunya dengan bahan lain. Gerakan diversifikasi pangan itu bisa menyesuaikan kearifan lokal di masing-masing daerah, misalnya nasi jagung di Madura.

Secara terpisah, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arief Satria, mengatakan konsumsi beras per kapita itu masih dapat diturunkan hingga 85 kilogram per kapita per tahun sesuai rekomendasi Pola Pangan Harapan.

"Syaratnya harus diimbangi dengan peningkatan diversifikasi konsumsi pangan karbohidrat lokal, dan peningkatan konsumsi sayuran, buah, kacang-kacangan, serta pangan hewani untuk menjaga mutu gizi konsumsi pangan masyarakat Indonesia," kata Arief. Bila penurunan konsumsi beras per kapita sesuai pola pangan harapan ini dapat direalisasiakan, Indonesia semakin mandiri pangan.

Bahkan sangat dimungkinkan dalam jangka panjang mampu menjadi eksportir beras yang memberi makan masyarakat dunia. Syaratnya, katanya, intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi pangan berbasis pangan lokal harus berhasil dan petani harus sejahtera. Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian lahan marjinal seperti lahan rawa, lahan eks tambang, lahan pasang surut, dan lahan dengan salinitas tinggi, menurutnya, perlu dicarikan terobosan teknologi. "Pada saat yang sama juga penting untuk menekan laju konversi lahan sawah produktif," pungkas Arief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Megapolitan
Pelajar Bogor Belajar Langs...
Luar Negeri
Seoul Galakkan Konsep Kota ...
Megapolitan
22 Sekolah Harus Direhabili...
Megapolitan
Investasi Tangerang Terting...
Megapolitan
Gudang-gudang di Jobodetabe...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.