Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diapresiasi C20, Presidensi G20 Indonesia Didorong Lebih Konkret Tangani Isu-isu Masyarakat

📅 Jumat, 29 Jul 2022, 14:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diapresiasi C20, Presidensi G20 Indonesia Didorong Lebih Konkret Tangani Isu-isu Masyarakat Doc: ANTARA/C20
Ket. Co-Sherpa G20 Indonesia Edi Prio Pambudi (tengah) dan Sherpa C20 Indonesia Ah Maftuchan (kanan) dalam puncak acara C20 Indonesia Policy Dialogue Meeting di Jakarta, Kamis (28/7).

JAKARTA - Kelompok Civil 20 (C20) menyebut bahwa kepresidenan Indonesia di G20 tahun ini telah menyoroti dan menangani isu-isu masyarakat hingga ke akar rumput.

Hal itu dikatakan oleh Sherpa C20 Indonesia Ah Maftuchandalam konferensi pers yang digelar usai gelaran C20 IndonesiaPolicy Dialogue Meeting di Jakarta, Kamis (28/7).

"Kepemimpinan presidensi Indonesia di G20 sudah cukup meng-address(menyoroti) isu-isu harian pada masyarakat yang selama ini bukan isu tradisional di G20," ujar Maftuchan.

Dia mengatakan hal itu tercermin dari kegiatan yang dilakukan oleh beberapa kelompok kerja (working group) G20.

Salah satunya adalah kelompok kerja lingkungan yang menyoroti isu pasar tenaga kerja agar menjadi lebih inklusif bagi para kelompokdifabel.

Menurut dia, hal itu bukan isu baru untuk dibahas oleh G20, karena sebelumnya pernah dibahas di bawah presidensi Argentina pada 2018.

Namun, di bawah presidensi Indonesia, pembahasan tersebut tak terhenti hanya sampai perumusan prinsip-prinsip, namun juga hingga soal pembahasan upaya-upaya yang dapat dilakukan agar pelaksanaan integrasi tetap dapat terpantau dan dipastikan berjalan, katanya.

"Menurut saya cukup cerdas, karena Indonesiapick up(mengangkat) hal yang sangat penting, yang selama ini jarang di-addressdi G20, untuk lebih dikonkretkan," ujarnya.

Selain itu, dia juga menyebut upaya Indonesia untuk mengangkat isu UMKM, yang disebutnya merupakan salah satu pilar penting untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi, khususnya bagi negara-negara berkembang.

Dia mengatakan bahwa berbagai upaya Indonesia untuk lebih membumikan kiprah G20 itu menjadi awal bagi presidensi-presidensi G20 selanjutnya, yang dalam beberapa tahun ke depan akan dipegang oleh negara-negara berkembang lainnya.

"Ini merupakankick-offG20 untuk lebih 'down to earth'(membumi)," ujar Maftuchan.

Pihaknya pun mendorong agar Indonesia dapat lebih berani melakukan proses yang lebih konkret terkait isu-isu masyarakat tersebut.

C20 adalah wadah bagi organisasi masyarakat sipil (CSO) di dunia untuk menyuarakan aspirasi kepada para pemimpin dunia di G20.

Anggota C20 dari seluruh dunia telah berkumpul di Jakarta pada 27-28 Juli untuk menyelesaikan prioritas kebijakan dan rekomendasi dari C20 kepada para pemimpin G20 terkait krisis global yang bersifat multidimensi saat ini.

C20 mendesak para pemimpin G20 untuk terus mengintensifkan dialog dan keterlibatan dalam diskusi-diskusi dengan CSO guna menghasilkan deklarasi dan komitmen yang lebih nyata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Limbah Pabrik Cemari Setu di Depok

1 jam lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Limbah Pabrik Cemari Setu d...

Draf Akhir Kesepakatan Damai Antara AS dan Iran Telah Tercapai

4 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Draf Akhir Kesepakatan Dama...
Megapolitan
Listrik Andal PLN Sukseskan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.