Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Jangan Pasif dalam Transisi Energi

1 Selasa, 11 Jan 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Jangan Pasif dalam Transisi Energi Pemerintah Jangan Pasif dalam Transisi Energi Doc: Sumber: International Energy Agency - kj/ones

» Jepang ingin membantu merealisasikan target transisi energi melalui kerangka Asia Energy Transition Inisiative.

» Sesuai kesepakatan Paris, negara maju wajib memberi bantuan kepada negara berkembang.

JAKARTA - Program transisi energi di Indonesia perlu mendapatkan dukungan mitra internasional agar bisa mencapai target netralitas karbon pada 2060. Menyadari pentingnya dukungan internasional itu, pemerintah pun berupaya mengundang investor untuk berpartisipasi.

Hal itu dikemukakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, setelah menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang, pada Senin (10/1). Kerja sama tersebut untuk memfasilitasi kerja sama energi antara kedua pihak dalam merealisasikan program transisi energi.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Menteri ESDM, Arifin Tasrif, bersama Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Hagiuda Koichi.

"Ini tentu saja upaya yang luar biasa dari pihak Jepang," kata Arifin.

Beberapa perangkat kebijakan yang disiapkan, jelas Arifin, dengan memberikan kemudahan berbisnis dan menyiapkan Rancangan Peraturan Menteri ESDM terkait tarif energi baru terbarukan (EBT).

Sektor energi, lanjutnya, dipastikan akan menghadapi tantangan besar di masa depan karena ada kecenderungan peningkatan kebergantungan energi fosil. Ia pun berharap kerja sama bilateral mampu menjadi proses alih teknologi demi mewujudkan percepatan transisi energi.

"Indonesia dan Jepang bisa mengembangkan bersama-sama teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS) dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Indonesia," kata Arifin.

Sementara itu, Menteri Ekonomi, Perdangangan, dan Industri (METI) Jepang, Hagiuda Koichi, menyambut baik kerja sama guna membantu mempercepat pencapaian proses transisi energi di Indonesia.

"Jepang ingin membantu merealisasikan target tersebut melalui kerangka Asia Energy Transition Inisiative," kata Haguida.

Dalam MoC disepakati menyusun peta jalan transisi energi menuju emisi bersih sesuai target nasional masing-masing, pengembangan dan penyebaran teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis.

"Dengan senang hati saya sampaikan bahwa Jepang telah menjadi mitra penting bagi perjalanan Indonesia menuju transisi energi. Dengan dukungan nyata, kami percaya untuk mencapai net zero emission 2060 dengan tetap menjaga keamanan, akses, dan keterjangkauan energi," kata Haguida.

Berbunga Rendah

Direktur Eksekutif Institute for Essential and Service Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan dukungan internasional utamanya diperlukan untuk alih teknologi energi bersih dan investasi pada sisi produksi teknologi guna mengakselerasi transisi energi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.