Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jenderal Santri Asal Madura

📅 Jumat, 22 Okt 2021, 17:31 WIB | Oleh:
Jenderal Santri Asal Madura Doc: Istimewa
Ket. Jenderal R Hartono.

JAKARTA - Dia pernah dijuluki jenderal santri asal Madura. Siapa dia? Dia adalah Jenderal (Purn) Raden Hartono atau yang akrab dipanggil Jenderal R Hartono.

Ya, Jenderal Hartono memang kelahiran Madura. Ia lahir di Pamekasan Madura pada 10 Juni 1941. Di masa Soeharto jadi Presiden, Jenderal Hartono pernah jadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Masih di masa Soeharto jadi Presiden, Jenderal berdarah Madura ini juga pernah jadi Menteri Penerangan.

Dari sejumlah sumber yang dikumpulkan Koran Jakarta, Sabtu (23/10), Jenderal Hartono sendiri tercatat sebagai lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1962. Ia berasal dari Korps Kavaleri. Lulus dari AMN, Hartono mulai merintis karir militernya di satuan Kavaleri Kostrad. Ia pernah jadi Danton-II Yonkav 1/I Kostrad, Wadan Kiser-II Yonkav 1/I Kostrad, PG. Dan Kiser-II Yonkav 1/I Kostrad, Dan Kiser-II Yonkav 1/I Kostrad dan Pasi-2 Yonkav 1/I Kostrad pada tahun 1968.

Dari tahun 1968 sampai tahun 1970, Hartono tercatat menjadi Dandenkav/BC Yonkav Cobra-Makasar. Lalu diangkat jadi Karospers Asum Satutjob Puskav danDandenwat Puskav dari tahun 1972 sampai dengan 1975.

Pada tahun 1975, ia dipercaya memegang jabatanKaro Tik Nikpur Puskav. Setelah itu ditugaskan untuk mengisi posisi Danyonkav 4/Kijang Cakti Kodam VI/Siliwangi. Berikutnya diberi mandat untuk jadiDandim 0614/Cirebon dari tahun 1977 sampai 1978. Setelah itu, naik jadiKasrem 063/Sunan Gunung Jati pada tahun 1978.

Dari tahun 1978 sampai 1980, Hartono tercatat menjadi Waaster Kasdam VI/Siliwangi. Usai itu, ditarik ke Akabri untuk memegang posisi Kadepmilut Akabri Darat merangkap Kadepjas Akabri Darat.

Saat berpangkat Kolonel, Hartono pernah memegang beberapa posisi, antara lain sebagai Danrem 041/Garuda Emas Kodam IV/Sriwijaya dari tahun 1984 sampai 1985 dan Wadan Pussenkav dari tahun 1985 sampai 1988.

Karirnya terus menanjak hingga ia jadi Brigjen. Saat jadi jenderal bintang satu, Hartono pernah menjadi Kasdam V/Brawijaya dan Kases Bakorstanasda Jawa Timur dari tahun 1989 sampai 1990.

Setelah itu, Hartono naik pangkat jadi Mayjen. Ketika sudah jadi jenderal bintang dua, Hartono ditugasikan untuk memegang posisi penting yakni Pangdam V/Brawijaya. Jenderal asal Pamekasan Madura ini jadi Pangdam Brawijaya dari tahun 1990 sampai 1993.

Karirnya kian moncer. Bintang tiga pun diraih, saat ia dipromosikan menjadiDan Sesko ABRI pada tahun 1993. Lalu digeser jadi Gubernur Lemhannas. Setelah itu dipercaya jadi Kassospol ABRI. Hartono jadi Kassospol ABRI dari tahun1994-1995.

Usai jadi Kassospol ABRI, kembali Hartono naik kelas. Kali ini ia melesat jadi orang nomor satu di Angkatan Darat alias jadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad). Maka, Hartono pun jadi perwira Kavaleri pertama yang jadi Kasad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Festival Kuliner Malam di P...
Nasional
Wapres Gibran Tanam Bibit K...
Olahraga
Hasil Piala Dunia: Belanda ...
Daerah
Makassar Jadi Tuan Rumah Pe...
Nasional
Liburan Sekolah, Pemerintah...
  • Iran Kembali akan Tutup Selat Hormuz sebagai Protes Serangan Israel di Lebanon
    Preview komentar:
    Cara Menghubungi Call Center KrediOne: Hubungi call center ...
  • Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan dari Pagi hingga Malam
    Preview komentar:
    Cara Menghapus akun & Tutup akun (Kredione).silakan hubungi ...
    Berikut nomor Call center resmi mcep (INDODAX) adalah. ...
  • Persija Jakarta Wajib Tempatkan Pemain Berkarakter, Ini Penjelasan Shin Tae-Yong
    Preview komentar:
    Hubungi Call Center Resmi Spinjam (0817-776-012) atau Cs ...
    Cara Membatalkan Pinjaman Spinjam kamu bisa menghubungi Call ...
Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

20 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.