Ini Kisah Lucu Ketika Gus Dur Membuat Pak Harto Tertawa Terkekeh-kekeh
📅 Rabu, 16 Des 2020, 10:19 WIB | Oleh: Agus Supriyatna
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Dalam buku Ger-Geran Bersama Gus Dur, yang ditulis Hamid Basyaib dan Fajar W Hermawan, ada kisah menarik dan lucu saat Gus Dur buka puasa bersama di rumah Pak Harto di Jalan Cendana.
Dikisahkan, suatu waktu di bulan Ramadhan, Gus Dur datang ke rumah Pak Harto untuk memenuhi undangan berbuka puasa. Datang ke Jalan Cendana, Gus Dur mengajak seorang kyai dari Lampung. Adzan magrib pun tiba. Setelah berbuka membatalkan puasa, semua yang hadir solat maghrib berjemaah.
Rencananya acara dilanjutkan dengan solat tarawih bersama. Tiba-tiba Pak Harto bertanya, apakah Gus Dur dan kyai yang dibawa akan ikut solat tarawih bareng. Ditanya begitu, Gus Dur menjawab, bahwa ia tak bisa ikut tarawih bareng sebab harus pergi karena sudah punya janji bertemu dengan adik Sultan Hamengkubuwono X. Tapi kata Gus Dur, kyai yang ikut dengannya tetap tinggal. Dia yang akan jadi imam solat tarawih.
Pak Harto pun lega. Tiba-tiba Gus Dur kembali berkata. Kata Gus Dur sebelum tarawih dimulai ia mau klarifikasi dulu. Mendengar itu, Pak Harto kaget. "Klarifikasi apa?" Tanya Pak Harto.
"Harus jelas dulu, tarawihnya (tarawehnya) mau gaya NU lama atau gaya NU baru?" Tanya Gus Dur.
Tentu saja Pak Harto ditanya seperti itu bingung. Ia tak mengerti yang dimaksud NU lama dan baru. Pak Harto pun balik bertanya. "Lho apa ada macam-macam gaya NU? Kalau NU lama bagaimana, kalau NU baru bagaimana."
Sambil terkekeh, Gus Dur menjawab. "Kalau NU lama tarawihnya 23 rakaat, kalau gaya NU baru, diskon 60 persen jadi 11 rakaat saja."
Mendengar itu Pak Harto ikut tertawa terkekeh-kekeh. Kata Pak Harto, ia pilih NU gaya baru saja, karena pinggangnya sakit. "Saya ikut NU baru saja, pinggang saya sakit," kata Pak Harto.
Ada-ada saja Gus Dur. Tapi itulah Gus Dur, sosok yang tak pernah kehabisan untuk melempar joke atau humor. Pak Harto pun dibuatnya tertawa. ags/N-3
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!