Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Amin Soebandrio : Pemeriksaan Sampel Covid-19 Harus Diperluas

📅 Sabtu, 18 Apr 2020, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Apa rekomendasi agar pemeriksaan bisa cepat dilakukan?

Kalau dikaitkan dengan kemampuannya, ada yang disebut laboratorium besar terletak di Jakarta atau kota besar yang sifatnya terpusat. Di sisi lain, kita juga perlu memikirkan faktor-faktor lain apakah perlu dibangun laboratorium di provinsi, yang sifatnya desentralisasi dan laboratorium lebih kecil lagi yang sifatnya sentinel dengan alat kecil dan praktis.

Indonesia ini sangat besar dan jaraknya jauh. Jadi, ukuran negara yang besar ini kita banggakan, tapi menjadi satu tantangan sendiri. Kemarin, kami berdebat kalau itu terpusat di Jakarta semua, meski kapasitas sehari bisa 10.000, tapi sampel itu akan dikirim dari tempat-tempat yang jauh. Saat ini masih sangat terbatas.

Jadi, salah satu rekomendasi kami, kalau bisa alat-alat itu didesentralisasi di beberapa provinsi yang kasusnya besar. Sehingga sampel tidak perlu dikirim ke Jakarta semua, tapi tentu kita harus tetap menjaga standar performance-nya yang terbaik. Dalam penyebaran ini perlu diperhatikan ketersebaran reagennya dan SDM-nya. Kalau SDM-nya tidak bisa, dilatih dulu.

Setelah pemeriksaan terdesentralisasi apa yang harus diperhatikan?

Kita dituntut 10.000 tes PCR sehari dalam 100 hari atau tiga bulan ke depan. Itu kan satu juta tes yang harus dikerjakan. Kalau PCR itu kira-kira satu tes 500 ribu rupiahuntuk kebutuhan reagen PCR dan alat-alat lainnya belum termasuk SDM.Maka angka itu akan menjadi 500 miliar rupiah totalnya yang harus disediakan. Itu juga barangkali terlupakan karena kita dituntut melakukan tes sebanyak-banyaknya, tapi bahasa Jawanyawani pira?

Itu harus tersedia karena kalau tidak, kita sulit memenuhi dalam waktu 100 hari ke depan. Selain ketersediaan alat, yang menentukan adalah ketersediaan reagennya. Ini penting untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan. Kita bersaing dengan negara-negara lain juga untuk mendapatkannya jadi memang sulit.

Pemerintah sudah menetapkan kebijakan PSBB di beberapa wilayah. Seefektif apa kebijakan ini menekan penularan?

PSBB dibuat untuk mengajak partisipasi aktif masyarakat. Artinya, kalau PSBB diterapkan, tapi masyarakat tidak mendukung dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan menjaga jarak, PSBB tidak tercapai waktu singkat. PSBB satu alat saja. Untuk itu, masyarakat harus ikut berpartisipasi. Kalau tidak, tujuan dari PSBB sulit tercapai.

Lembaga Eijkman diberi tugas membuat vaksin Covid-19, berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Sepekan setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua pasien pertama Covid-19, Kemenkes mengajak Lembaga Eijkman dan insitusi lain untuk terlibat dalam penanganan virus korona. Kami ditugaskan membentuk konsorsium untuk membuat vaksin, diagnosis, dan suplemen. Lembaga Eijkman ditunjuk sebagai pemimpin konsorsium pengembangan vaksin tersebut.

Kami diberi target 18 bulan, itu sesuai target WHO. Mudah-mudahan dalam waktu setahun, kami sudah bisa menemukan bibit vaksin yaitu produk pengembangan laboratorium. Setelah itu diserahkan ke industri untuk dikembangkan, seperti uji klinis terbatas, uji klinis luas, dan sebagainya. Sebenarnya, sebagai negara pandemi, Indonesia harus membuat vaksin sendiri dalan melindungi warganya agar tidak membebani keuangan negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenbud Laksanakan Revitalisasi 159 Aset Budaya

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenbud Laksanakan Revital...
Rona
Bayu Skak Hadirkan Film Kom...
Luar Negeri
Tiongkok Berencana Perluas ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.