Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK Temukan Inefisiensi di BPJS Kesehatan

📅 Sabtu, 14 Mar 2020, 06:00 WIB | Oleh:
KPK Temukan Inefisiensi di BPJS Kesehatan Doc: antara /Indrianto Eko Suwarso
Ket. hasil kajian l Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron (tengah) dan Deputi Pencegahan, Pahala Nainggolan (kanan) menyampaikan hasil kajian KPK tentang Tata Kelola Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat (13/3).

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan inefisiensi di BPJS Kesehatran. Untuk mengataisnya, KPK memberikan beberapa rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BPJS Kesehatan untuk menutupi defisit 12,2 triliun rupiah. Rekomendasi ini diberikan setelah KPK melakukan kajian sektor kesehatan, terhadap tata kelola dana jaminan sosial (DJS) Kesehatan.

"Pada kajian tata kelola DJS Kesehatan di BPJS, ditemukan sejumlah fraud dan inefisiensi yang kami pandang jika bisa diselesaikan, dapat mengurangi beban biaya yang harus ditanggung BPJS Kesehatan dan mengurangi defisit anggaran BPJS kesehatan," kata Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan saat memaparkan hasil kajian Sektor Kesehatan: Kajian Tata Kelola Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan, di Jakarta, Jumat (13/3).

Pahala memaparkan beberapa rekomendasikan tersebut, di antaranya yaitu Kemenkes diminta mempercepat penyusunan Pedoman Nasional Praktik Kedokteran (PNPK) esensial dari target 80 jenis PNPK. Hingga Juli 2019, baru tercapai 32 PNPK.

"Ketiadaan PNPK akan mengakibatkan unnecessary treatment. Di USA unnecessary treatment bernilai sekitar 5-10 persen dari total dana klaim. Kasus klaim katarak 2018 dari total klaim sebesar 2 triliun rupiah, maka diestimasi unnecessary treatment maksimal 200 miliar rupiah. Di 2018 terdapat kasus unnecessary bedah sesar dan fisioterapi," jelas Pahala.

Pembatasan Manfaat

Selanjutnya, tambah Pahal, KPK memberikan rekomendasi opsi pembatasan manfaat untuk penyakit katastropik akibat gaya hidup seperti jantung, diabetes, kanker, stroke, dan gagal ginjal. Total klaim penyakit katastropik adalah sebesar 30 persen dari total klaim pada 2018 sebesar 94 triliun rupiah yaitu 28 triliun rupiah. Dengan diatur PNPK penyakit katastropik maka potensi unnecessary treatment sebesar 5 - 10 persen atau sebesar 2,8 triliun rupiah dapat dikurangi.

KPK juga merekomendasikan mengakselerasi coordination of benefit dengan asuransi kesehatan swasta. Data Dewan Asuransi Indonesia menyatakan 1,7 persen penduduk Indonesia yang memiliki asuransi atau sekitar 4,5 juta orang atau sekitar 10 persen dari total peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) non-pemerintah dan PBPU yang berjumlah 45 juta peserta dengan PPU 15 juta peserta dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) 30 juta peserta.

"Total beban klaim PPU non-Pemerintah dan PBPU tahun 2018 sebesar 34,5 triliun rupiah," kata Pahala.ola/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Cincinnati Open 2026: Janic...
Olahraga
Swiatek Hadapi Ujian Berat ...

Penurunan Harga Pupuk Membantu Petani Sumedang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Penurunan Harga Pupuk Memba...

Tinggalkan City, Rodri Perkuat Skuat Barcelona

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tinggalkan City, Rodri Perk...
Daerah
Tim SAR Lakukan Penyisiran ...

Tenun Goyor Hadapi Tantangan Regenerasi Penenun

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Tenun Goyor Hadapi Tantanga...
Olahraga
Manchester United Bidik Joa...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.