Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Ari Kuncoro : Kembangkan Kuliah Berbasis Kolaborasi

📅 Sabtu, 07 Des 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dosennya juga harus dibekali kerja tim?

Iya, semua dosen juga harus dibekali kemampuan yang sama dengan kemampuan untuk mahasiswa seperti tadi negosiasi, kepemimpinan, monitoring, kemampuan bahasa Inggris, dan segala macam. Untuk itu nanti ada pelatihan supaya staf pengajar semakin mengerti bagaimana berinteraksi dengan lingkungan sekeliling.

Selain itu dosen-dosennya kami sediakan suatu klaster penelitian dan mereka harus bekerja sama dengan universitas yang bereputasi di luar negeri. Jadi ke depan untuk penelitian akan dibuat klaster atau kelompok karena kalau penelitian individu dianggap kurang karena penelitian pada dasarnya kerja sama.

Terus pengurus, semisal dekan segala macam dia harus mengetahui cara manajemen perguruan tinggi. Kalau dekan itu dari dosen maka harus diberi pelatihan manajemen. Karena manajemen itu yang diatur orang maka dia harus bisa tahu bakat-bakat orang bagaimana menghubungkannya dengan pekerjaan. Jadi istilahnya menghubungkan titik-titik untuk membentuk sebuah pola. Jadi komplit semua.

Bagaimana untuk kerja sama dengan industri?

Kerja sama dengan industri juga akan kami lakukan. Jadi kalau kami misalnya melakukan penelitian dananya tidak dari universitas semuanya, tapi harus juga dari industri. Karena industri menunjukkan yang kita lakukan relevan dan berguna dengan masyarakat makanya didanai oleh industri.

Dilibatkan kalangan industri untuk mengajar?

Harus memberikan porsi kepada industri untuk terlibat dalam pengajaran. Industri bisa masuk sebagai pengajar lewat kaca mata dunia nyata. Itu mungkin pendekatannya akan lain, tapi tidak masalah. Selain dari segi tenaga pengajar, kerja sama dengan industri juga bisa menyusun segala macam menjadi sistemis akademis. Akhirnya terjadi semacam dialog industri dan akademisi.

Jadi kami melepaskan diri dari konsep bahwa universitas belajar saja. Universitas harus bermasyarakat dalam arti dia harus mengenal lingkungannya, baik dalam maupun luar negeri. Nah, itu diperlukan perubahan orientasi. Jadi kalau tadinya fokus akademis maka juga perlu fokus pada hal-hal nonakademis.

Dengan fokus kerja sama, tidak khawatir kompetensi akademik di UI menurun?

Tentu tidak. Karena definisi akademik bukan kepintaran akademik tapi apa itu relevan atau tidak dengan masyarakat. Misalnya ini kami jago matematika, tapi pertanyaan berikutnya apa gunanya bagi masyarakat? Misal untuk menghitung antrean agar tidak macet. Dia juga harus tahu perusahaan-perusahaan yang bisa menyelesaikan masalah-masalah kemacetan itu. Jadi ada terapannya. Jadi universitas tidak semata-mata jadi menara gading.

Bagaimana dengan posisi UI dalam rangking internasional?

Rangking itu motivator dan jadi instrumen yang bisa digunakan untuk mencari sparing partner untuk bisa lebih meningkatkan lagi kapasitas kami. Ada target juga untuk mendorong UI masuk dalam peringkat 200 besar universitas di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenbud Laksanakan Revitalisasi 159 Aset Budaya

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenbud Laksanakan Revital...
Rona
Bayu Skak Hadirkan Film Kom...
Luar Negeri
Tiongkok Berencana Perluas ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.