Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Jangan Lagi Eksklusif

📅 Kamis, 14 Nov 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Riset Jangan Lagi Eksklusif Doc: Antara/Jessica Wuysang

Saatnya riset tidak eksklusif hanya miliknya perguruan tinggi, LIPI, perusahaan, dan lembaga tertentu.

JAKARTA - Pemerintah menginginkan agar pihak-pihak yang mengembangkan riset, teknologi, dan inovasi tidak melakukannya secara eksklusif dan sendiri-sendiri.

"Sudah saatnya riset tidak eksklusif hanya miliknya perguruan tinggi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), perusahaan, lembaga tertentu, tapi kita ingin semua pihak di Indonesia mengubah mindset untuk bersinergi," kata Menteri Riset dan Teknolog/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, dalam acara penganugerahan Habibie Award ke-21, di Jakarta, Selasa (12/11) malam.

Selain itu, Bambang juga menginginkan agar pola pikir pelaku sektor manufaktur harus bergerak pada pengembangan dan peningkatan daya saing produk dengan menciptakan produk yang orisinal berdasarkan inovasi.

"Kita siapkan fondasinya. Dengan BRIN, kami dukung bapak-ibu sekalian kita mulai mengubah mindset bagi Indonesia dari efficiency based economy menjadi innovation-based economy," ujarnya.

Bambang mengatakan dari perjalanan dalam mengunjungi sejumlah lembaga pemerintah nonkementerian di bawah Kementerian Riset dan Teknologi, seperti LIPI, BPPT dan Batan, ditemukan sejumlah tantangan yakni belum terfokusnya upaya riset dan inovasi dan belum ada model jelas untuk menghilirkan invensi dan inovasi menjadi produk komersial.

Kemudian, begitu banyaknya inisiatif tidak terstruktur sehingga banyak kegiatan riset tumpang tindih karena beberapa lembaga riset mengerjakan topik penelitian yang sama seperti Lapan, BPPT, dan Batan sama-sama mengeroyok penelitian tentang padi tapi bekerja masing-masing.

"Kita ingin supaya setiap lembaga punya spesialisasi dan kalaupun ada pihak lain tertarik lebih baik dilakukan sinergi," ujarnya.

Menurut Bambang, peneliti juga memiliki ego sendiri-sendiri yang kadang-kadang tidak mudah dikelola. "Kita perlu dorong sinergi antara peneliti agar tidak sendiri-sendiri mengerjakannya," tuturnya.

Mimpi Habibie

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengatakan bahwa BRIN akan melanjutkan mimpi Habibie untuk menghilirisasikan dan mengkomersialisasikan hasil riset dan inovasi yang tujuan akhirnya untuk menjadikan ekonomi Indonesia berbasis inovasi.

"Pada masa Pak Habibie sampai beliau menjadi presiden upaya untuk menghilirkan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) belum berhasil sebaliknya, yang berhasil dibangun Pak Habibie adalah pengembangan iptek, yang sudah dikembangkan Pak Habibie secara konsisten dan mainstream adalah litbangjirapnya (penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan)," paparnya.

Kendati demikian, Bambang mengakui bahwa untuk menjadikan negara Indonesia maju maka tidak cukup hanya sampai pada litbangjirap karena persaingan di dunia sekarang membutuhkan penguasaan iptek dan inovasi.

"Inovasi muncul melanjutkan apa yang sudah diimpikan dan diupayakan Pak Habibie supaya menguasai riset dan tantangan terbesar bagaimana riset ini menjadi inovasi dan produk yang bisa dikomersialisasikan, ini tugas badan (BRIN) saya," tuturnya.ruf/Ant/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Final Asean Cup Bakal Meled...
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.