Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Nadiem Anwar Makarim: Fokus Pendidikan Berbasis Kompetensi & Karakter

📅 Sabtu, 26 Okt 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Anda terkenal dalam pemanfaatan teknologi untuk bisnis, untuk sektor pendidikan akan seperti apa?

Tentu teknologi akan kita maksimalkan. Indonesia punya sekitar 300 ribu sekolah dan 50 juta murid. Jadi mau tidak mau peran teknologi akan sangat besar di dalam semuanya. Mulai dari kualitas, efisiensi, dan administrasi sistem pendidikan sebesar ini. Kita harus mendobrak dan berinovasi. Sudah pasti peran teknologi akan terlibat.

Dalam bentuk apanya belum pasti, yang penting kita mulai bukan dari aksi, tapi kita baiknya belajar dulu dari semua stakeholder yang ada. Tapi tidak akan makan waktu lama, tapi step pertama jangan beri solusi dulu. Maka langkah awal baiknya belajar dulu kondisi lapangan seperti apa. Bagaimana kondisi sekolah, kondisi murid itu seperti apa. Administrasi dan birokrasi seperti apa. Dari situ kita temukan solusi dari teknologi maupun non-teknologi yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan.

Anda bukan dari sektor pendidikan, apa itu berpengaruh?

Saya terpilih meski bukan dari sektor pendidikan karena satu, saya lebih mengerti apa yang akan ada di masa depan kita. Itu yang pertama karena saya bidangnya di dalam bidang masa depan, termasuk bisnis saya sebelumnya.

Kaitannya dengan pendidikan?

Tentu saja karena ada kebutuhan lingkungan lapangan pekerjaan di masa depan itu sangat berbeda dan akan selalu berubah. Maka itu link and match dari yang Presiden Joko Widodo bilang kemarin. Saya akan mencoba apa yang dilakukan di institusi pendidikan menyambung kepada apa yang dibutuhkan di luar institusi pendidikan agar bisa adaptasi dengan segala perubahan itu.

Dari rapat kerja, DPR menyebut ada anggaran dan nilai serap yang kurang baik dari Kemendikbud. Apa solusinya?

Saya belum bisa komen karena belum saya dalami. Tapi tentunya optimasi dari budget APBN dana pusat maupun dana luar itu penting sekali. Selain itu kita harus memastikan pembayar pajak semua rupiah yang kita keluarkan harus ada return dan benefit pada negara.

Dari total anggaran Kemendikbud hanya mengelola sebagian, sedangkan sebagian lagi ditransfer ke daerah. Makanya harus gotong royong. Daerah juga punya peranan dan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Bagaimana Anda menyikapi amanah yang diberikan ini?

Amanah ini akan saya ambil sangat serius karena tantangannya luar biasa. Mohon dukungan dan bantuan dari generasi milenial untuk berbagai inovasi yang telah dilakukan. Selain itu, saya mohon satu hal bagi semua rekan kerja di Kementerian mohon sabar dengan saya. Meski bukan dari latar belakang pendidikan, tapi saya murid yang cukup baik dan terbiasa belajar cepat.

Anda resmi meninggalkan Go-Jek, bagaimana perasaan Anda?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Bayu Skak Hadirkan Film Kom...
Luar Negeri
Tiongkok Berencana Perluas ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.