Nadiem Anwar Makarim: Fokus Pendidikan Berbasis Kompetensi & Karakter
📅 Sabtu, 26 Okt 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim PenulisApa yang bisa Anda pelajari dari menteri sebelumnya?
Ada banyak hal yang baik sekali yang telah dilakukan menteri sebelumnya, baik Mendikbud, Muhadjir Effendy dan karena pendidikan tinggi juga sekarang gabung tentu saja Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir. Mereka telah melakukan banyak terobosan yang akan saya lanjutkan dan tingkatkan.
Saya ucapkan terima kasih atas effort dan perkembangan yang telah mereka lakukan. Ke depan akan saya ganggu terus mereka karena saya masih butuh mentor untuk membantu saya menjadi pemimpin yang lebih baik.
Bagaimana pendapat Anda terkait penggabungan pendidikan tinggi di Kemendikbud?
Tentu itu jadi tantangan juga karena di bawah saya bukan hanya Kemendikbud saja, tapi juga digabung dengan pendidikan tinggi. Tapi itu tentu saja positif dan baik. Semua terintegrasi dan seluruh strategi akan terpadu.
Apa lagi hal-hal yang akan jadi tantangan ke depannya?
Tantangan dari skala karena sistem pendidikan kita itu empat terbesar di dunia karena jumlah murid, guru, dan daerahnya banyak. Bagi Indonesia skala size merupakan tantangannya. Selain itu belum terlalu banyak perubahan selama 20 sampai 30 tahun terakhir.
Tadi Anda menyebut soal mental. Apa pendidikan karakter jadi fokus?
Pasti. Dengan pendidikan karakter para siswa bisa disiplin dan bisa menerima setiap pembelajaran. Tentu itu jadi yang utama. Karakter dan kompetensi di sekolah itu keduanya yang harus terus ditekankan untuk para siswa ke depan.
Harapan saya ke depan adalah untuk menciptakan suatu pendidikan yang berbasis kompetensi dan karakter karena itu luar biasa pentingnya untuk kita. Semua itu awalnya dari guru. Jadi baik dari sisi kapabilitas dan kesejahteraan guru itu adalah suatu hal yang terpenting karena murid itu hanya bisa sebaik gurunya.

Terkait kesejahteraan guru, cara menyelesaikan masalah guru honorer seperti apa?
Memang saya belum mendengar secara langsung kondisi guru honorer kita. Untuk itu saya ke depan akan konsolidasi dulu dengan mereka terkait kondisi yang dihadapi. Bukan hanya guru honorer saja, tapi semua guru. Nanti akan kita konsolidasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!