Potensi Kuliner Nusantara di Industri 4.0
📅 Rabu, 11 Sep 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisRahayu menekankan, para pelaku UMKM kuliner harus mulai bisa melihat peluang di era digital bagi usaha yang dimilikinya. "Ingat, makanan khas daerah mampu menjadi unggulan di negeri sendiri, juga mancanegara. Sudah saatnya kita melek peluang, agar dapat bersaing di era globalisasi," ujarnya.
Berdasarkan catatan APJI, dari sekitar 20.000-an anggota di 24 provinsi di Indonesia, sekitar 60 persen sudah melakukan transformasi digital. Yang paling sederhana seperti sudah bisa melayani metode pembayaran digital. Sisanya masih dalam proses, sebab kebanyakan dari mereka merupakan pelaku UMKM dengan skala bisnis yang masih kecil. "Kami juga sudah mengagendakan untuk melakukan roadshow ke daerah-daerah, supaya anggota APJI yang lainnya juga bisa segera melakukan transformasi digital agar tidak ketinggalan," ujar Rahayu.

Untuk menyongsong era teknologi ini, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri. Oleh sebab itu, APJI akan melakukan konsolidasi di internal dan melakukan sinergi dengan pihak lain guna memasarkan produk-produk kuliner asli Indonesia.
"APJI ke depan juga akan bersinergi dengan Kadin bersama instansi terkait seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan UMKM, Bekraf, perbankan, dan BUMN serta instansi pemerintah terkait lannya dalam rangka sinergitas program untuk membantu pelaku usha kuliner di seluruh tanah air ini untuk dapat mengembangkan pasarnya lebih luas dan dan kreatif," jelas dia.
Ajang pameran kuliner yang digelarnya bertaraf internasional, diharapkan melalui pameran ini kuliner Indonesia semakin populer, dan makin diketahui lebih luas kepada dunia internasional. ima/R-1
Pemasaran Digital
Bisnis kuliner di Indonesia terus tumbuh. Perkembangan bisnis kuliner ditunjang teknologi digital, sehingga pelaku usaha bisa dengan bebas memasarkan bisnisnya melalui platform daring. Di samping itu, para pelaku kuliner diharapkan juga memiliki strategi pemasaran yang apik dalam memperkenalkan menu contohnya melalui media sosial.
Di kesempatan yang berbeda, Ussy Sulistiawaty, selebriti sekaligus pemilik usaha kuliner Bakoel Ussy mengaku sangat memanfaatkan platform digital. Ia pun percaya promosi di platform digital saat ini tidak dapat terpisahkan dari strategi pemasaran yang dijalankan.

"Selain lebih cepat dan efisien, saya juga dapat langsung berinteraksi dengan para pelanggan dan mendapatkan banyak masukan yang berharga untuk perkembangan usaha saya di masa mendatang," paparnya.
Ussy mengaku dirinya baru sadar bahwa sosial media adalah platform yang efektif untuk berjualan. "Tak hanya ajang promosi, media sosial akan lebih efektif jika orang tersebut bisa melakukan food story telling. Hal tersebut sangat efektif meningkatkan penjualan," terang istri aktor Andhika Pratama itu.
Sementara itu, Vita Datau, Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar, sekaligus Ketua Indonesia Gastronomy Network menjelaskan, pengusaha kuliner Nusantara harus memiliki kemampuan dan akses lebih dalam menggunakan media promosi digital. "Artinya, selain pemahaman mengenai digital marketing yang baik, para pengusaha kuliner Nusantara perlu memahami keunggulan hidangannya dan mampu menceritakannya dengan baik kepada konsumen melalui platform daring," tuturnya.
Kekuatan pada media sosial dalam strategi pemasaran bisnis kuliner terletak pada kombinasi antara visual dan narasi yang kuat untuk menghasilkan konten yang menarik dalam melakukan promosi di platform daring itu. "Pelaku usaha kuliner harus memiliki konten yang bagus untuk pemasaran. Yang namanya kulineran tidak hanya memuaskan mata. Tetapi juga butuh menyentuh dan merasakan atau experience," ungkap Vita. ima/R-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!