Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Solo Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

📅 Kamis, 29 Agu 2019, 06:37 WIB | Oleh:
Wali Kota Solo Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Doc: ISTIMEWA
Ket. FX Hadi Rudyat­mo

SOLO - Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, FX Hadi Rudyatmo, menolak rencana kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan. Sebab, kenaikan iuran sangat berpotensi meningkatkan angka kemiskinan.

Ia memperkirakan, khususnya untuk peserta BPJS Kesehatan mandiri, akan kesulitan membayar iuran. Bahkan, tidak menutup kemungkinan sebagian peserta akan turun kelas.

"Itu nanti yang peserta mandiri makin tidak bisa bayar, bahkan nanti masyarakat rentan miskin bisa jatuh miskin, kemiskinan makin meningkat," kata Rudyanto, di Solo, Jawa Tengah (28/9).

Kemungkinan terburuk, kata dia, peserta BPJS Kesehatan akan berhenti dari kepesertaan. Dengan begitu, capaian universal health coverage atau cakupan kesehatan semesta pun makin jauh dari 100 persen.

Sementara itu, lanjut dia, jika para peserta yang akhirnya berhenti dari kepesertaan tersebut dimasukkan dalam penerima bantuan iuran (PBI) akan memberatkan pemerintah daerah.

Ia menilai jika angka kemiskinan bertambah maka kewajiban pemerintah juga akan makin berat. "Karena dengan begitu, pemerintah harus menyediakan berbagai jenis bantuan sosial," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengusulkan iuran BPJS Kesehatan naik 100 persen di tahun 2020 yang diterapkan pada peserta kelas 1, 2, dan 3 sebagai solusi mengatasi defisit BPJS Kesehatan. YK/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Wagub DKI Siapkan SDM AI un...
Daerah
Kalbar Sambut Kepulangan 1....
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.