Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Bangga Merawat Cagar Budaya

24 Sabtu, 03 Agu 2019, 01:00 WIB | Oleh:
Bangga Merawat Cagar Budaya Bangga Merawat Cagar Budaya Doc: istimewa

KPBMI sebagai salah satu kelompok budaya kerap menerima pengaduanpengaduan dari anggota yang berada di daerah maupun masyarakat.

Sebagai wilayah peninggalan kerajaan, benda cagar budaya menyebar di hampir penjuru Tanah Air. Sayangnya, benda-benda tersebut kerap ditemukan rusak.

Rusaknya benda cagar budaya lantaran pembangunan sejumlah proyek maupun ulah tangan jahil. Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia (KPBMI) berupaya melestarikannya.

Kerusakan benda-benda cagar budaya atau warisan budaya tak bisa terelakkan. Kemajuan jaman, pembangunan proyek bahkan perubahan sosial masyarakat menjadikan benda-benda tersebut banyak mengalami kerusakan bahkan sampai berubah bentuk.

Seperti yang terjadi di wilayah Sulawesi, sebuah pemakaman tradisional kuno terkena imbas pembangunan proyek. Akhirnya, pemakaman pun harus digusur ke tempat lain.

Belum lagi cerita tentang, kontrakator yang tidak secara sengaja merusakan benda cagar budaya saat pembangunan proyek. Hal ini karena, kontraktor tidak memahami benda cagar budaya.

Ulah tangan jahil pun menjadi salah satu kerusakan benda cagar budaya. Aksi corat-coret yang dilakukan masyarakat yang tidak bertanggung jawab akan mengurangi nilai benda cagar budaya. Untuk membersihkannya pun harus dilakukan dengan standar khusus supaya tidak merusak bagian benda lainnya.

Tantangan-tantangan tersebutlah yang kerap dihadapi pemerhati budaya terhadap benda-benda sejarah yang memiliki nilai historis dan filosofi.

"Banyak teman di daerah yang meminta bantuan advokasi," ujar Dhanu Wibowo, Ketua KPBMI yang ditemui di Museum Kebangkitan Nasional tentang tanggapan anggota yang di daerah menanggapi persoalan terkait cagar budaya. Padahal sebagai kelompok pemerhati budaya KPBHI bukan secara khusus menangani masalah advokasi.

Namun masukkan anggota selalu mendapat tanggapan KPBHI terlebih menyangkut cagar budaya. KPBHI yang memiliki jejaringan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu menyampaikan permasalahan di daerah ke pemerintah pusat.

Beberapa permasalahan ditindaklanjuti hingga audiensi ke lokasi untuk melihat kerusakannya. Bahkan, ada yang diteruskan hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun hingga saat ini, belum menuai hasil yang maksimal. "Setidaknya sudah ada proses," ujar pria yang berkerja sebagai staf di Museum Kebangkitan Nasional.

Image may contain: 1 person

Dalam kegiatannya, KPBMI memiliki dua kegiatan yaitu edukasi dan publikasi. Edukasi dilakukan antara lain sengan seminar, workshop maupun blusukan ke sejumlah tempat-tempat bersejarah di wilayah Jabodetabek. Selama blusukan, mereka akan berdiskusi tentang kandungang nilai sejarah yang terdapat di wilayah tersebut.

Sedangkan, publikasi dilakukan dengan menerbitkan komik, ensiklopedia, novel dan antologi puisi terkait cagar budaya. Publikasi tersebut tidak lain untuk memberikan pengetahuan serta menjadi ruang ekspresi penulisnya. Dari ke empat penerbitan, hanya novel yang dijual ke sejumlah toko buku. Sedangkan, komik, ensiklopedia dan antalogi puisi dibagikan secara gratis. Hingga saat ini, setiap tahunnya KPBHI mampu menerbitkan dua komik, satu ensiklopedia dan beberapa novel.

KPBHI memiliki anggota tergolong banyak, yaitu 3000 orang menurut data Fabruari 2019. Jumlah anggota tersebut berada di wilayah Jabodetabek. Namun bukan berarti keanggotaan hanya terdapat di wilayah itu saja, sejulah pencinta cagar budaya di luar Jabodetabek dan luar Jawa turur bergabung. Untuk menjembatani anggota, mereka kerap melakukan diskusi, setiap hari, melalui online.

Meski banyak melakukan kegiatan terkait cagar budaya, kelompok pemerhati yang berdiri pada 2017 tak selalu mengadakan ajang kopi darat di tempat bersejarah. Kadangkala, mereka melakukan pertemuan di pusat perbelanjaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Nasional
Perum Bulog dan Menko Panga...
Daerah
Wisata Kebun Stroberi Jadi ...
Luar Negeri
Kemlu: Dua WNI Turut Jadi K...

UNDP Desak Percepatan Investasi Hijau

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
UNDP Desak Percepatan Inves...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.