Rawon Nguling Malang yang Legendaris
📅 Jumat, 26 Okt 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisNah, saat masuk kebagian dalam kedai, ternyata cukup luas. Meski datang berombongan, tamu akan leluasa memilih tempat duduk. Ada bagian depan dengan meja kursi kayu, bagian samping hingga di belakang rumah yang menjadi kedai, bisa dipilih untuk menikmati semangkuk rawon.
Tidak perlu waktu lama menunggu bagi pengunjung, rawon pun akan diantar oleh pelayan. Saat mangkuk rawon tiba dimeja, sepintas hanya terlihat kuah hitam saja, tidak terlalu menarik. Namun saat diaduk dengan sendok, ternyata banyak daging sapi dengan potongan kotak -kotak cukup besar yang tersembunyi.
Potongan dagingnya jelas berbeda dengan kedai rawon kebanyakan. Inilah yang menjadi keitimewaan dari rawon nguling. Sehingga menikmati daging yang sudah terendam kuah rawon terasa lebih nendang.
Apalagi ternyata dagingnya sangat empuk, seperti lumer di mulut saat dikunyah. Oh iya, disiniselain menyediakan rawon daging juga tersedia rawon dengkul.
Rawon tentunya dinikmati dengan sepiring nasi putih. Nasi putih disediakan terpisah pada piring. Ukurannya cukup banyak dan jelas mengenyangkan.
Pernak-pernik
Menikmati rawon di kedai mirip seperti menikmati soto. Banyak pernak-pernik lauk yang akan menemani penikmat kuliner ini. Sebab memang jika menikmati rawon, kuah dan potongan daging kurang nendang tanpa adanya tambahan lain.
Meski di rumah makan ini juga disediakan berbagai menu makanan lainnya. Yakni, seperti nasi gule kambing, nasi sop, nasi campur, nasi lodeh, nasi pecel, nasi kare ayam kampung, nasi semur daging, dan nasi sayur asem. Namun, kebanyakan pengunjung datang untuk menikmati nasi rawon daging.
Nah, rawon itu identik dengan toge. Toge sengaja dipisahkan dari mangkuk rawon mengingat memang tidak semua penikmat rawon juga menyukai toge dalam jumlah banyak.
Toge ini disajikan pada wadah kecil satu paket dengan sambal. Tentunya menikmati rawon tanpa rasa pedas juga kurang nikmat. Tidak usah takut bagi yang tidak suka pedas. Ternyata sambal cabe dadakan yang disediakan tidak terlalu pedas, kok.
Lalu apalagi yang menemani pengunjung saat Rawon Nguling? Rupanya ada satu piring ukuran besar yang juga kemudian disajikan oleh palayan. Piring besar itu berisi lauk-pauk yang sangat menggugah selera.
Hidangan pelengkap yang tersedia dipiring itu terdiri dari tempe goreng , perkedel kentang, mendol, paru, babat, dan empal.
Yang menarik adalah empal dagingnya. Meski sudah cukup banyak daging yang disantap pada mangkuk rawon, ternyata tambahan daging empal saat menikmati rawon menambah sensasi tersendiri di Rawon Nguling.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!