Kemerdekaan dalam Perspektif Generasi Milenial
📅 Kamis, 16 Agu 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiBerdirinya Boedi Oetomo 1908 tak mungkin menafikan andil para pemuda yang menerapkan ide perjuangan melalui organisasi. Peristiwa Sumpah Pemuda pada 1928 menunjukkan, sejarah negeri ini mustahil terlepas dari peran pemuda. Kemerdekaan Indonesia pada 1945 bisa digapai antara lain aksi kaum muda dari perkumpulan Menteng 31 yang memaksa Soekarno Hatta segera melaksanakan proklamasi.
Sedang kelahiran Era Reformasi 1998 memperoleh jalan lampang dari gelombang aksi mahasiswa. Pemuda menginisiasi kelengseran Soeharto dan kejatuhan kekuasaan Orde Baru yang militeristik-sentralistik. Begitu sentralnya posisi pemuda dalam suatu negara, tak ayal Soekarno pernah berkata, "Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia."
Upaya memaknai hari kemerdekaan sepatutnya dilakukan generasi milenial dengan mengimitasi hasrat kaum muda dalam menggerakkan sejarah. Mereka bisa menunjukkan dengan mendayagunakan perangkat virtual secara bertanggung jawab. Generasi muda masa kini seyogianya memanfaatkan akun digital untuk menyatukan komunitas, menautkan emosionalitas, mendewasakan psikologi masyarakat, serta meredam problematika sosial. Virtualisasi menjadi sarana membumikan pluralisme dan toleransi.
Dengan demikian, di samping sebagai ekspresi kebanggaan warga negara, media sosial juga diberdayakan sebagai instrumen pembangkit solidaritas nasional (national solidarity). Dalam konteks inilah, generasi muda masa kini bisa ambil bagian, terutama dalam menebalkan budaya Indonesia menghadapi kultur global.
Penulis Mahasiswa S3 Ilmu Hukum UII Yogyakarta
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!