Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

-

Dendam Cinta yang Tak Berkesudahan

📅 Sabtu, 21 Jul 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dendam Cinta yang Tak Berkesudahan Doc: Dok Gallery Indonesia Kaya

Kisah pewayangan merupakan salah satu peninggalan bangsa Indonesia dari zaman dahulu yang saat ini kian terlupakan. Banyak peninggalan bersejarah yang menceritakan berbagai kisah pewayangan, mulai dari kisah Ramayana hingga Mahabrata.

Penyebaran agama Hindu dan Buddha di Indonesia menjadi salah satu faktor adanya kisah-kisah pewayangan di Tanah Air. Tidak ingin berhenti di situ saja, sekelompok seni teater asal Jakarta, Teater Tetas melakukan sebuah pementasan yang berlatarkan kisah Mahabrata. Dengan judul Perjalanan Panjang Seekor Kuda, Teater Tetas menampilkan performanya di Auditorium Galeri Indonesia Kaya beberapa saat lalu.

Renitasari Adrian selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengharapkan adanya pertunjukan ini dapat membuat generasi muda menghargai budaya dan sejarah yang ada di Indonesia. "Karena dengan memahami sejarah dan tradisi budaya, generasi muda dapat menyingkapi segala dinamika dan masalah kehidupan yang dihadapi saat ini," ujarnya.

Perjalanan Panjang Seekor Kuda menceritakan tentang seorang ibu bernama Dewi Wilutama yang terpisah karena takdir dengan Aswatama, anaknya. Dewi Wilutama sendiri merupakan seorang bidadari yang pernah dikutuk menjadi seekor kuda karena para dewa merasa terganggu dengan kecantikan dan pakaian yang dikenakan oleh Dewi Wilutama.

Saat ia melahirkan seorang anak yang kemudian diberi nama Aswatama, Dewi Wilutama dipisahkan dengan anaknya karena memiliki janji dengan Kumbayana yang membuatnya harus menjadi isteri manusia. Saat ia berhasil bertemu kembali dengan Aswatama, ia harus menghadapi kenyataan bahwa anaknya akan menjadi tumbal dari peristiwa besar pada kisah klasik Mahabrata.Harris Syaus, sutradara dari pertunjukan ini mengatakan bahwa berkomitmen untuk terus melestarikan nilai-nilai sejarah budaya bangsa, salah satunya dengan mengadaptasi kisah-kisah pewayangan. Terlebih, tidak mudah untuk mengadaptasi kisah-kisah seperti Mahabharata, karena tidak hanya membicarakan soal sejarah yang tertuang di dalamnya, namun juga harus menyisipkan pesan moral yang masih dapat dipetik hingga saat ini.

Dan lagi, sejarah kerap dikaitkan dengan sesuatu yang kuno dan membosankan. Teater Tetas pun harus mampu mengubahnya menjadi pertunjukan yang menarik, namun tidak menghilangkan esensi sejarah yang ingin disampaikan.

"Merupakan tantangan tersendiri bagi kami untuk dapat menyisipkan unsur sejarah dalam setiap karya. Namun inilah komitmen dan cara kami untuk mengenalkan sejarah dan tradisi budaya Indonesia ke pada khalayak ramai, khususnya generasi muda," cerita Harris.

Teater Tetas adalah kelompok teater kontemporer di Jakarta yang didirikan pada 1978 oleh AGS Aria Dripayana dan aktivis teater lainnya. Dalam pementasannya, kerap kali mereka mengadaptasi cerita dari sastra wayang berdasarkan kisah epik Mahabharata yang berkembang selama ratusan tahun di Indonesia. Kisah Perjalanan Panjang Seekor Kuda ini mengadaptasi kisah Mahabhrata yang ada pada pewayangan Jawa.

Dikisahkan dalam pewayangan Jawa, pada saat di perjalanannya mencari Sucitra, Bambang Kumbayana tidak dapat menyebrangi sungai dan ditolong oleh kuda terbang jelmaan dari Dewi Wilutama. Dewi Wilutama sendiri dikutuk oleh dewa, yang mana kutukannya akan berakhir bila ada seorang ksatria yang dapat mencintainya dengan tulus. Karena pertolongannya tersebut, Kumbayana pun menepati janjinya untuk mencintai Dewi Wilutama yang masih menjadi kuda, sehingga akhirnya lahirlah Aswatama.

Cerita dengan Ragam Perbedaan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Lombok Tengah Tangan...
Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Masuk...
Olahraga
Mathew Baker Jadi Debutan T...
Megapolitan
Bupati Karawang: Penanganan...
Megapolitan
PT Transportasi Jakarta Gel...
Olahraga
Jonatan Christie Amankan Te...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.