Kroasia Berharap Banyak dari Piala Dunia

Rabu, 18 Jul 2018, 01:00 WIB

ZAGREB - Kroasia mungkin gagal di final Piala Dunia tetapi prestasi tim nasional negara itu telah meningkatkan moral. Negara kecil di Balkan itu berharap prestasi mereka di Piala Dunia Russia 2018 bisa membantu peningkatan ekonomi dan citra mereka di luar negeri.

Selama mengikuti kompetisi, kapten Luka Modric dan rekan setimnya memukau penggemar di seluruh dunia dengan gaya permainan mereka dan kemenangan dramatis.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/DIMITA R DILKOFF

"Kami telah memenangkan simpati seluruh dunia," ujar Miroslav Milosevic, pelatih legendaris tim yang mencapai semi final 1998.

Kali ini tim Kroasia melangkah lebih jauh melaju ke final Piala Dunia untuk kali pertama meski akhirnya kalah 2-4 dari Prancis. Tim nasional telah "membuat Kroasia menjadi negara yang lebih baik," demikian ditulis oleh harian terkemuka Vecernji List, Senin (16/7) waktu setempat.

Euforia yang melanda negara itu saat ini kontras dengan kemarahan terhadap sepakbola Kroasia dalam beberapa tahun terakhir atas skandal terkait korupsi, rasisme, dan kekerasan.

Pada Piala Eropa 2016 di Prancis, pendukung Kroasia saling berkelahi, sementara simbol Nazi (swastika) dilukis di lapangan Stadion Split oleh kelompok ultra-nasionalis pada 2015.

Pendukung Kroasia juga dua kali memaksa laga kualifikasi Piala Eropa melawan Italia pada 2014 dihentikan karena menembakan kembang api ke lapangan.

Tetapi menurut Bozo Skoko, seorang ahli hubungan masyarakat di Zagreb, tim yang dijuluki "Vatreni" (lidah api) dapat secara radikal mengubah persepsi dan citra negara Kroasia.

"Semangat, ketekunan dan keberanian yang ditunjukkan oleh para pemain di lapangan adalah bagian dari identitas nasional Kroasia, dan yang kini telah ditampilkan di panggung global," ujar Skoko

Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic, yang pada keberhasilan timnya di Russia menarik perhatian luas, mengatakan Piala Dunia dapat memulai proses positif di Kroasia. "Kami harus menjadikan ini sebagai awal dari gelombang optimistis," ujarnya sebelum final.

Meskipun dikritik oleh banyak orang di negaranya, dua pertiga dari sebuah jajak pendapat menyebut perilakunya saat penyerahan medali dan trofi Piala Dunia 2018 di Moskow, "vulgar dan tidak pantas", antusiasme Grabar-Kitarovic diterima dengan baik oleh penggemar di luar negeri lewat media sosial.

"Grabar-Kitarovic menggambarkan citra ramah, menyenangkan. Perhatian media dan popularitas tim pasti akan berimbas pada pendapatan pariwisata, dan akan berdampak pada perekonomian negara," tandas Skoko.

Data statistik ekonomi Kroasia saat ini menunjukkan angka yang kurang menggembirakan. Merekabergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2013. ben/AFP/S-1

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Andrea Bocelli Gelar Konser di Borobudur dan Jakarta, Cek Harga Tiket dan Jadwalnya

Pestani Rawit Groo Festival: PT Petrokimia Gresik Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Cabai

Kemenbud, BRWA, dan AMAN Integrasikan Data 3.857 Komunitas Adat untuk Percepat Pengakuan Hak

MinyaKita Dijual Rp31 Ribu, Mobil GASING Keliling Batam Tekan Harga Sembako

Jakarta Jadi Kota dengan Udara Terburuk Kedua di Dunia, Data Real-time IQAir Catat AQI 161

Fantastis! Sindikat Pemalsuan Materai di Lima Provinsi Rugikan Negara Rp1,03 Triliun

BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri

Polda dan 22 Ormas se-Banten Gelar Apel Kamtibmas

Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya

Review Harusnya Horror: Hantu Wibu, Komedi, dan Kreator Konten dalam 106 Menit

Kapasitas Terpasang Panas Bumi Baru 11,6%, Bahlil: Jangan Tahan Konsesi!

Komisi XIII DPR Buka Peluang Bentuk Badan Khusus soal TPPO

Empat Pekerja Tewas Tertabrak Kereta di Jepang, Negara dengan Catatan Keselamatan KA Terbaik di Dunia

Gempa NTT, UMI Makassar Kirim Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak

Ayam Tukong Kalbar Tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia

Brimob Polda Sumut Sediakan Dapur Lapangan bagi Warga Terdampak Bencana

Celios: Utang Swasta Melambat, Pemerintah Meningkat!

DPR: Pengalihan Status Guru PPPK Terobosan Tata Kelola Pendidikan

Dinas Kehutanan Kalsel Berupaya Keras Cegah Karhutla Meluas ke Hutan Lindung Liang Anggang

Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.