Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
Kamis, 20 Agu 2026, 13:47 WIBMANGGARAI BARATâ Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan stok beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat aman untuk kebutuhan masyarakat terdampak gempa. Pemerintah juga berkomitmen mengganti seluruh lahan pertanian, irigasi, dan tanaman perkebunan yang rusak akibat bencana.
âStok beras nasional kita 5,2 juta ton, stok kita di NTT 39 ribu ton. Jadi ini stok kita sangat banyak, sampai satu tahun ke depan sangat cukup. Jadi jangan khawatir, makan beras itu tidak bisa ditunda,â tegas Mentan Amran saat meninjau penanganan di Manggarai Barat, Rabu (19/8).
Berdasarkan data pemerintah, jumlah pengungsi di NTT mencapai sekitar 34.600 orang dengan kebutuhan beras sekitar 300 ton per bulan. Dengan stok yang ada, kebutuhan dipastikan tercukupi hingga 12 bulan ke depan.
Distribusi 24 Jam, Tanpa Birokrasi
Mentan Amran memerintahkan distribusi bantuan pangan dilakukan tanpa menunggu administrasi panjang. Gudang pangan dibuka 24 jam agar bantuan bisa langsung dikirim saat dibutuhkan.
âHari ini kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim. Jadi insyaallah tidak akan ada kekurangan,â ujarnya.
Untuk empat kabupaten terdampak, pemerintah menyiapkan total 5.386 ton beras senilai Rp75,4 miliar. Rinciannya terdiri dari bantuan bencana dan bantuan pangan reguler. Khusus Kabupaten Manggarai disiapkan 200 ton beras. Selain beras, disalurkan juga minyak goreng, gula, dan mi instan melalui 35 truk bantuan.
âPak Bupati, Pak Wakil Bupati, 24 jam kami buka gudang. Yang Bapak minta untuk 59 ribu, saya penuhi sampai tiga bulan ke depan. Kalau nanti belum cukup, tambah. Jadi tidak ada alasan,â kata Amran.Â
Seluruh bantuan diberikan gratis kepada masyarakat.
Pemerintah Ganti Lahan dan Irigasi yang Rusak
Pemulihan tidak berhenti di masa darurat. Kementan akan memperbaiki sawah dan jaringan irigasi tersier yang rusak akibat gempa, serta menyalurkan benih gratis dan alat mesin pertanian (alsintan).
âSeluruh sawah yang rusak, irigasi tersier, kita akan perbaiki. Itu ditanggung pemerintah pusat, kami yang jamin. Jadi diperbaiki sawahnya, dikirim alsintan,â kata Mentan Amran.
Pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk mengganti tanaman perkebunan yang rusak seperti kopi, kakao, dan kelapa agar masyarakat bisa segera kembali berproduksi dan memiliki penghasilan.
âKopi, kakao, kelapa, itu juga kita ganti. Sekarang sudah ada anggarannya. Itu adalah perintah Bapak Presiden,â ujarnya.
Amran meminta pengajuan bantuan dipermudah melalui pemerintah daerah dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan mekanisme bypass prosedur.Â
âCukup PPL. Kita permudah, bypass semua. Itu perintah Bapak Presiden. Jangan persulit rakyat kita yang butuh bantuan,â tegasnya.
Ia memastikan pemerintah akan terus menjaga ketersediaan pangan sekaligus memulihkan mata pencaharian warga hingga kondisi normal.
âPangan, beras, kita jamin. Pemerintah jamin,â pungkasnya.
- Stok Pangan
- Cadangan Beras Pemerintah (CBP)
- Kementerian Pertanian (Kementan)
- mentan amran sulaiman
- gempa ntt
- gempa Flores
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
RI Diminta Setop Jual Bahan Mentah, Kekayaan Tropis Harus Jadi Produk Bernilai Tinggi
-
Gagal Panen Akibat El Nino? Kementan: Ada Asuransi Pertanian, Klaim Cair Rp6 Juta per Hektare
-
Mentan Pastikan Pasokan Beras Aman Hingga Panen Maret 2027, Stok Bulog 5 Juta Ton Plus 10 Juta Ton HOREKA
-
Tak Bantu Petani Tebus Pupuk! Mentan Amran Copot Pejabat Pupuk di Banggai
-
Flores Belum Tenang, BMKG Ungkap Ada 14.993 Gempa Susulan Sejak 15 Agustus
-
El Nino Suburkan "Janda Pirang" pada Bawang Merah, Ini Antisipasi Kementan Kendalikan OPT
-
Bantu Warga Terdampak Gempa, Pekerja PLN Sumbang 25 Rumah Untuk Korban Bencana di Flores
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.