Teknologi Baru Plastik yang Bebas Limbah
📅 Kamis, 03 Mei 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKembali pada titik awal kimianya, bahan bisa digunakan berulang kali - benar-benar mendefinisikan apa yang disebuat sebagai proses "mendaur ulang."
"Polimer dapat didaur ulang secara kimia dan digunakan kembali, pada prinsipnya, ini sangat tak terbatas," kata Chen.
Chen menekankan bahwa teknologi polimer barunya ini hanya ditunjukkan pada skala laboratorium akademis. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyempurnakan proses produksi monomer dan polimer. Termasuk pada hak paten yang tertunda atas apa yang telah ia dan rekannya ciptakan.
Para ahli kimia mengoptimalkan proses sintesis monomer mereka dan mengembangkan bahan baru baru, bahkan rute yang lebih efektif biaya untuk polimer tersebut. Mereka juga bekerja pada masalah skalabilitas pada pengaturan daur ulang monomer-polimer-monomer mereka, sambil terus melakukan penelitian lebih lanjut terhadap struktur kimia baru untuk bahan daur ulang yang lebih baik.
"Akan menjadi impian kami untuk melihat teknologi polimer yang dapat didaur ulang secara kimia ini terwujud di pasar," kata Chen. nik/berbagai sumber/E-6
Plastik Masa Depan yang Terbuat dari Karbon Dioksida
Para ilmuwan dari Centre for Sustainable Chemical Technologies (CSCT), University of Bath mengembangkan teknologi plastik biodegradable yang dibuat menggunakan gula dan karbon dioksida, sehingga dimasa depan diharapkan bisa menggantikan plastik yang tidak berkelanjutan yang terbuat dari minyak mentah.
Polycarbonate digunakan untuk membuat botol minuman, lensa untuk kacamata dan lapisan anti gores untuk ponsel, CD dan DVD. Proses pembuatan saat ini menggunakan polikarbonat BPA (dilarang digunakan dalam botol bayi) dan phosgene yang sangat beracun dan digunakan sebagai senjata kimia dalam Perang Dunia Pertama.
Para ilmuwan dari Bath telah membuat polikarbonat alternatif dari gula dan karbon dioksida dalam proses baru yang juga menggunakan tekanan rendah dan suhu ruangan, membuatnya lebih murah dan lebih aman untuk diproduksi.

Plastik baru ini juga di masa depan dapat digunakan untuk implan medis atau sebagai perancah untuk menumbuhkan organ pengganti untuk transplantasi.
Plastik yang dihasilkan oleh para ilmuan ini memiliki sifat fisik yang mirip dengan bahan yang berasal dari petrokimia, yakni kuat, transparan dan anti gores. Perbedaan yang krusial adalah bahwa mereka dapat terdegradasi kembali menjadi karbon dioksida dan gula menggunakan enzim yang ditemukan dalam bakteri tanah.
Dr Antoine Buchard, Rekan Penelitian Whorrod di Departemen Kimia mengatakan: "Dengan populasi yang terus bertambah, ada peningkatan permintaan untuk plastik. Plastik baru ini adalah alternatif terbarukan untuk polimer berbasis bahan bakar fosil dan, karena biodegradable, tidak akan berkontribusi pada pertumbuhan limbah laut dan TPA," kata Buchard..
"Proses kami menggunakan karbon dioksida daripada fosgen kimia yang sangat beracun, dan menghasilkan plastik yang bebas dari BPA, jadi tidak hanya plastik lebih aman, tetapi proses pembuatannya juga lebih bersih." Tambah Buchard.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!