Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akurasi Data Peserta BPJS Kesehatan Ditingkatkan

📅 Senin, 08 Jan 2018, 05:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akurasi Data Peserta BPJS Kesehatan Ditingkatkan Doc: ISTIMEWA
Ket. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris.

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) melakukan sinkronisasi data kepesertaan dengan data kependudukan yang melekat di KTP Elekreonik (e-KTP). Langkah ini dilakukan untuk menyisir adanya potensi identitas palsu dan penyalahgunaan kartu BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan beserta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengembangkan layanan pendaftaran masyarakat yang akan mendaftar menjadi peserta JKN-KIS, melalui pemanfaatan e-KTP pada card reader.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengatakan melalui sinergi ini, BPJS Kesehatan akan memperoleh validitas data calon peserta JKN-KIS, dan juga dipergunakan untuk meng-update data peserta yang sudah terdaftar di data kepesertaan BPJS Kesehatan.

"Jadi ini untuk mengonfirmasi yang datang adalah orang yang tepat, bukan orang yang punya niat jahat atau menyalahgunakan kartu BPJS," jelas Fachmi, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Fachmi, pemanfaatan data kependudukan tersebut sangat penting dalam memudahkan proses registrasi peserta JKN-KIS. Bukan hanya itu, NIK dijadikan sebagai kata kunci data kepesertaan tunggal untuk mencegah terjadinya duplikasi data dalam proses pendaftaran peserta JKN-KIS. "Dengan demikian, akurasi data peserta JKN-KIS pun lebih terjamin," tegasnya.

Ia menjelaskan card reader e-KTP digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses pendaftaran peserta baru dan proses mutasi data peserta. Dalam hal pendaftaran, calon peserta JKN-KIS cukup meletakkan e-KTP ke mesin card reader dan menekankan jari telunjuk ke pemindai. Setelah itu, data e-KTP di card reader akan langsung terkoneksi dengan aplikasi kepesertaan BPJS Kesehatan.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemdagri, Zudan Arif Fakrulloh, menambahkan, dengan adanya pembaca kartu ini dapat dengan cepat mendeteksi jika ada pihak yang ikut BPJS Kesehatan dengan menggunakan identitas palsu. "Jadi, kalau ada orang ingin ikut kepesertaan dengan memalsukan identitas, pasti akan diketahui," jelasnya.

Selama ini, pembobolan banyak terjadi di dunia perbankan karena tidak adanya sistem verifikasi. "Terjadi kebobolan karena tidak melakukan verifikasi. Hanya orang membawa e-KTP selalu dianggap KTP-nya itu asli. Padahal tidak. Muncul e-KTP yang fotonya diganti," papar Zudan. cit/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Polisi Vietnam Sita 500 Kucing Curian yang akan Diambil Dagingnya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Polisi Vietnam Sita 500 Kuc...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.