Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Petualangan Cewek Bandel yang Gentayangan

📅 Kamis, 04 Jan 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Petualangan Cewek Bandel yang Gentayangan

Judul : Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu

Penulis : Intan Paramaditha

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit : 16 Oktober 2017

ISBN : 978-602-03-7772-8

Tebal : 512 halaman

Gentayangan tak jarang disangkutpautkan dengan hantu, hal-hal mistis, atau horor. Seolah sudah tertanam dalam benak kita hingga saat membaca pun mendengar kata gentayangan yang langsung terlintas adalah soal hantu atau hal-hal menakutkan. Namun, berbeda dengan buku Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu yang ditulis oleh Intan Paramaditha. Novel bergenre misteri ini tidak mengisahkan tentang hantu maupun hal-hal yang akan membuat bulu kuduk berdiri, melainkan tentang cewek bandel yang memiliki hasrat bertualang secara bebas, hidup bergentayangan, dan tak menginginkan pulang.

Semua bermula ketika tokoh kau mengharap kehidupannya berubah. Sayangnya, hingga ia berusia hampir 28 tahun pun kehidupannya masih biasa-biasa saja. Pada satu malam, ia marah dan menentang semesta karena tak ada satupun yang mengabulkan doanya termasuk Tuhan. Datanglah seorang Iblis yang menawarkan sebuah kontrak dan memberikan sepasang sepatu merah yang dapat mengabulkan keinginannya. Tanpa mengindahkan peringatan dari Iblis dan tidak membaca surat yang terselip dalam kontraknya, seketika ia langsung memakai sepatu itu dan petualangannya pun tak pernah berhenti. Dari prolog pembaca sudah bisa menilai bahwa ia benar-benar cewek bandel yang tidak patuh dan tidak peduli dengan akibat dari tindakannya. Baginya, yang terpenting adalah hasrat bepergiannya terpenuhi.

"Di negerimu, orang menculik manusia sungguhan, bukan kurcaci kebun. Mereka dihilangkan tanpa pernah ketemu, dan banyak penculik tak pernah dihukum." (Hlm. 91)

Banyak peristiwa dan isu masa lampau yang dimunculkan sebagai ingatan dari tokohnya yang juga memantik pembaca untuk menelusuri kembali peristiwa tersebut, di antaranya peristiwa G30S/PKI, penculikan aktivis tahun 1998, kerusuhan Mei 1998, dan lain-lain. Pun sindiran-sindiran menggelitik tentang hal-hal yang selalu berulang dan terjadi dalam keseharian yang tampaknya sudah menjadi hal yang lazim.

Uniknya, novel ini memiliki format Pilih Sendiri Petualanganmu. Di mana pembacalah yang menentukan ke mana tokohnya bertualang. Lewat pilihan-pilihan yang ada penulis membuat pembaca beralih menjadi tokoh kau dan mengalami hal-hal yang baru dirasakannya selama melakukan perjalanan. Pilihan-pilihan tersebut akan membawa pembaca ke banyak cerita, seperti tentang turis, pengungsi, imigran gelap, pengelana, pasangan lesbi, ekspat, dll. Juga ke banyak tempat dan jalur dengan ending yang beragam.

"Perjalanan tak selalu butuh penutup. Di sini, perjalanan adalah ruang di antara, ketidakpastian yang terus-menerus." (Hlm. 459)

Dalam Gentayangan pembaca diajak untuk berpikir ulang dan melihat perspektif yang berbeda tentang arti gentayangan, cewek bandel, perjalanan, petualangan, dan pulang. Hal tersebut tergambar dengan begitu jelas dalam narasi, pilihan-pilihan yang mesti diambil, keinginan, peristiwa-peristiwa yang terjadi, dan perjalanan-perjalanan yang dilakukan tokohnya. Tak hanya itu, lewat tindakan-tindakan tokohnya yang suka menerobos batasan-batasan yang ada pun penulis mengajak pembaca untuk menafsirkan kembali arti kebebasan dan batas. Sekaligus menyadarkan pembaca bahwa status sosial yang dimiliki seseorang kerap menjadi penghalang dalam melakukan hal-hal yang diinginkan melalui status tokohnya yang hanya seorang guru les bahasa Inggris dan berasal dari keluarga biasa.

Penulis sangat piawai dalam menyatukan isu-isu budaya dan politik, gender dan seksualitas, feminisme, serta dongeng-dongeng dengan perspektif lain ke dalam cerita. Gaya penulisannya yang memikat mampu menghanyutkan pembaca dan keseluruhan cerita dirajut secara menarik, cukup mistis dan ngeri, juga misterius. Novel dengan plot-plot twist menarik dan pilihan-pilihan yang sering menguji 'kenakalan' pembaca ini tidak hanya mengambil setting di New York, Berlin, Amsterdam, Jakarta, Los Angeles, dll, tetapi juga di bandara, terminal, stasiun, dan dalam kereta.
Peresensi, Launa Rissadia, seorang penulis lepas dan blogger buku lulusan S-1 Ekonomi,Universitas Kristen
Maranatha, Bandung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Cincin Donat Segera Dibangun

15 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Cincin Donat Segera Dibangun

RI Harus Perbaiki Iklim Investasi

30 menit yang lalu | Lukman

Nasional
RI Harus Perbaiki Iklim Inv...
Nasional
Pemadaman Berulang Rugikan ...

Veda Melompat Jauh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Veda Melompat Jauh
Susunan Pemain Spanyol vs Arab Saudi Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Tampil Starter

Susunan Pemain Spanyol vs Arab Saudi Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Tampil Starter

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.