Susy Susanti: Natal Itu Momen Bersyukur dan Instropeksiistimewa
📅 Rabu, 27 Des 2017, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
Momen Hari Raya Natal dan menyambut bergulirnya Tahun Baru bagi sebagian orang menjadi waktu yang tepat untuk bersyukur dan melakukan instropeksi.
Hal itulah yang dilakukan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Susy Susanti, dalam merayakan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Susy mengaku dim omen Natal biasanya dia bersama keluarga harus menyempatkan waktu untuk pergi beribadah ke gereja.
"Natal dan tahun baru tidak ada yang spesial, paling saya dan Allan (suami) beserta anak pergi ke gereja bareng berama keluarga, kita kumpul kayak silahturahim ya paling sama keluarga inti, lalu ke keluarga tempat Mamah, baru ke tempat saudara," ungkap Susy di Jakarta, kemarin.
Susy memaparkan bahwa saat Natal dan menyambut tahun baru ini merupakan bagian dari intropeksi diri, untuk masa ini seperti apa, untuk kebersamaan, untuk kita bisa menjalin silahturahim dengan saudara-saudara, saling memaafkan. "Kemudian kita bisa instropeksi diri untuk ke depannya kita ingin apa, dan berharap bisa menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya," tandasnya.
Dirinya pun menambahkan seperti pada kebiasaan di acara Natal dan Tahun Baru yang biasanya diisi dengan tukar kado, hal itu tidak berlaku di keluarganya. Peraih Emas Olimpiade Barcelona ini mengaku jarang sekali mengadakan acara tukeran kado saat hari raya Natal ataupun saat tahun baru. "Tidak selalu ya, kadang-kadang ada, kadang-kadang tidak pernah, bergantung situasi kadang dan jika keluarga besar pada kumpul biasanya diadakan acara tukeran kado," terangnya.
"Tapi intinya kita merayakan kedua hari itu dengan berdoa dan pergi ke gereja, kita berdoa kita kumpul, itu saja. Mensyukuri apa yang kita sudah jalani satu tahun ini," tandas Susy.
Menyinggung mengenai adanya program promosi dan degradasi komposisi atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI, Susy, menyatakan hal itu tidak berlaku bagi jajaran pelatih. "Jadi SK ini sementara adalah untuk promosi dan degradasi atlet saja tidak termasuk dengan pelatih. Dan kalau ada SK, pasti kita pisahkan satu-satu, tidak akan sama," kata Susy.
Kendati demikian, mantan pebulu tangkis nasional tersebut menyatakan evaluasi terhadap para "penggodok" atlet pelatnas akan tetap ada dengan kemungkinan perombakan. Akan tetapi, dia enggan menyebutkan nama-nama yang dimaksud jika ada perombakan termasuk kepala pelatih tunggal putri yang saat ini masih lowong.
"Nanti kita lihat saja, karena SK kan belum keluar semua. Untuk pelatih mungkin dibereskan awal tahun 2018 nanti, termasuk kepala tunggal putri yang merupakan pekerjaan rumah saya. Mudah-mudahan tahun 2018 saat masuk nanti komplit semua," kata Susy.
Adapun isi SK promosi dan degradasi itu sendiri, hingga kini masih belum bisa dibeberkan oleh pihak federasi, pasalnya, Susy mengatakan saat ini surat yang telah disampaikan pada Ketua Umum Wiranto tersebut masih belum ditandatangani sang "nakhoda".frn/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!