Pemerataan yang Berkeadilan Jadi Prioritas Kemenko PMK
📅 Selasa, 24 Okt 2017, 06:08 WIB | Oleh: Tim PenulisJenjang SD sudah disalurkan 7.778.963 (75,1 persen), SMP 3.244.134 (74,3 persen), SMA 1.037.351 (75,9 persen) dan SMK 1.436.186 kartu (78.5 persen). ''Uang sudah di rekening siswa tapi belum diambil. Sekarang laporan percepatan agar siswa bisa manfaatkan dana di tabungannya itu,'' kata Muhadjir.
Menurut Muhadjir, keterlambatan dalam pencairan KIP terjadi karena ada perubahan dalam sistem penyaluran. Sebelumnya, KIP diberikan secara tunai langsung sementara saat ini kartunya bisa difungsikan sebagai kartu ATM.
Selain itu juga kartu harus diaktivasi dulu sebelum uang bisa diambil. Adaptasi perubahan ke sistem perbankan ini menurut Mendikbud memerlukan waktu. "Proses dari non ATM ke ATM dan aktivasi ini memerlukan waktu. Sehingga daya serap jadi rendah,'' papar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Meski begitu, Muhadjir menargetkan pencairan KIP diseluruh nusantara sudah selesai di akhir 2017. Sejumlah langkah percepatan tengah dilakukan agar target pencairan segera tercapai.
Salah satunya dengan memanggil seluruh kepala dinas pendidikan untuk meningkatkan sosialisasi KIP dengan sistem baru ini.
Meski sedikit lambat di awal, namun Muhadjir menjanjikan dengan sistem perbankan pencairan KIP akan lebih tepat sasaran dan memperkecil kemungkinan kebocoran. Manfaat kedua ialah dengan sistem nontunai maka uang bisa diambil secara bertahap untuk membeli kebutuhan sekolah yang diperlukan.
Dia meyakinkan bahwa uang yang belum diambil tahun ini bisa diambil tahun depan karena saldonya di bank tidak akan hangus. ''Masalahnya (uang) belum diambil saja. Jadi tidak akan hilang. Yang jelas uang sudah di rekening siswa,'' tegasnya. n cit/E-3
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!