Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Zealandia, Benua Kedelapan yang Tenggelam

📅 Kamis, 05 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Zealandia, Benua Kedelapan yang Tenggelam Doc: NASA

Para peneliti memperjelas temuan benua baru bernama Zealandia. Daratan di sebelah tenggara Australia tenggelam pada 25 juta tahun, menyisakan New Zealand sebagai daratan.

Pada 1820, awak kapal Russia yang membawa penguin untuk bekal makan malam melihat pantai es yang menjulang tinggi di cakrawala. Ini adalah penampang Lapisan Es Fimbul (Fimbul Ice Shelf) yang pertama. Dari penampakan kemudian secara resmi menemukan benua baru yaitu Antartika.

Ditemukannya Antartika memperkuat gagasan modern yang didukung oleh sebagian besar peta bahwa ada tujuh daratan utama atau benua. Saat ini, anak-anak sekolah, penjelajah, dan politisi umumnya menerima pembagian wilayah dunia menjadi unit-unit sederhana, yang mencakup Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia, dan Antartika.

Namun pada 2017, keadaan berubah secara tidak terduga model tujuh benua telah menjadi sebuah kesalahan selama ini. Para peneliti menemukan Zealandia, daratan yang telah lama hilang di sebelah tenggara Australia, atau dikenal sebagai benua kedelapan yang terlupakan di planet ini.

BBC menyebut, para ilmuwan telah lama meramalkan keberadaan bonus daratan selatan ini, namun bonus tersebut tetap hilang selama 375 tahun. Hilangnya daratan itu karena sebagian besar karena hampir seluruhnya terendam air sedalam 1-2 kilometer.

Semenjak 2017 tim peneliti internasional merilis peta paling detail dari Zealandia hingga saat ini. Gambar itu mencakup seluruh wilayah bawah laut seluas lima juta kilometer persegi serta keadaan geologisnya. Dalam prosesnya, mereka telah menemukan petunjuk bagaimana benua misterius ini terbentuk dan mengapa benua ini tertutup gelombang selama 25 juta tahun terakhir.

Zealandia diperkirakan terbentuk sekitar 83 juta tahun yang lalu, pada masa Kapur Akhir. Namun, perjalanannya dimulai 100 juta tahun sebelumnya, ketika superbenua Gondwana yang terbentuk sekitar 550 juta tahun yang lalu. Benua yang membeku ini menyatukan seluruh daratan di belahan Bumi selatan.

Bongkahan raksasa ini mulai pecah menjadi benua terkecil, dan tertipis di dunia. Bagian yang wilayah Gondwana yang dulunya terletak tepat di barat laut dan barat daya masing-masing menjadi Australia dan Antartika.

"Kemudian sekitar 105 juta tahun yang lalu, karena proses yang belum sepenuhnya kita pahami, Zealandia mulai ditarik keluar," kata Andy Tulloch, ahli geologi di New Zealand Crown Research Institute GNS Science, dikutip dari Science Alert.

Kerak benua biasanya memiliki kedalaman sekitar 40 kilometer, jauh lebih tebal dibandingkan kerak samudra yang cenderung memiliki kedalaman sekitar 10 kilometer. Saat mengalami tekanan, Zealandia akhirnya teregang sedemikian rupa sehingga kerak Bumi kini hanya memanjang sejauh 20 kilometer ke bawah.

Akhirnya, benua setipis air itu tenggelam meskipun tidak mencapai tingkat kerak samudra normal dan menghilang di bawah laut. Meski tipis dan terendam, para ahli geologi mengetahui bahwa Zealandia adalah sebuah benua karena jenis batuan yang ditemukan di sana.

Diperkirakan seluruh atau sebagian Zealandia mungkin pernah menjadi sebuah pulau untuk sementara waktu. Namun kemudian sekitar 25 juta tahun yang lalu, ia menghilang di bawah lautan yang luas di sekitar New Zealand.

Petunjuk nyata pertama bahwa New Zealand mungkin hanya mewakili sebagian kecil daratan tersamarkan yang luas dan terlihat muncul pada 2002, ketika para ilmuwan menggunakan batimetri, studi tentang kedalaman perairan untuk menganalisis wilayah tersebut.

Lautan yang berada di atas wilayah yang sekarang disebut dengan Zealandia jauh lebih dangkal dibandingkan lautan di sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut tidak dilatarbelakangi oleh lempeng tektonik samudra seperti sebagian besar lautan di dunia namun oleh lempeng benua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.