Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Peringatkan Soal Serangan terhadap Fasilitas Kesehatan Iran dan Ancaman Regional

📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 10:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO Peringatkan Soal Serangan terhadap Fasilitas Kesehatan Iran dan Ancaman Regional Doc: Firstpost
Ket. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus

PARIS - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat (3/4) memperingatkan tentang "berbagai serangan terhadap kesehatan" di Iran menyusul serangan udara terhadap sebuah fasilitas di Teheran.

WHO meluncurkan seruan mendesak untuk membantu sistem kesehatan yang terkena dampak di wilayah yang lebih luas.

"Beberapa serangan terhadap petugas kesehatan telah dilaporkan di ibu kota Iran, Teheran, dalam beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah," tulis kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di X.

Dia mengatakan Institut Pasteur, sebuah pusat kesehatan masyarakat dan penelitian di ibu kota, "mengalami kerusakan signifikan dan tidak dapat lagi melanjutkan pemberian layanan kesehatan" - salah satu dari 20 fasilitas yang telah dikonfirmasi WHO sebagai sasaran serangan.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengunggah gambar di X pada hari Kamis yang menunjukkan bangunan yang rusak parah, dengan sebagian fasilitas tersebut hancur menjadi puing-puing.

Kantor berita ISNA Iran melaporkan bahwa "layanan Institut Pasteur Iran tidak terganggu oleh serangan-serangan ini", dan mengatakan bahwa produksi vaksin dan serum akan terus berlanjut.

"Untungnya, tidak ada satu pun karyawan Institut Pasteur di Iran yang terluka dalam serangan baru-baru ini oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis," tulisnya di aplikasi pesan Telegram.

Institut Pasteur Iran, yang tidak memiliki hubungan formal dengan Institut Pasteur asli di Paris, adalah salah satu fasilitas tertua di Iran, yang didirikan pada tahun 1920.

Tedros mengatakan pusat tersebut "memainkan peran penting dalam melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk dalam keadaan darurat".

Selain Iran, Tedros mengatakan WHO menyerukan dukungan mendesak untuk sistem kesehatan yang terdampak konflik di Irak, Yordania, Lebanon, dan Suriah. WHO mencatat sekitar empat juta orang mengungsi akibat perang tersebut, yang telah menewaskan lebih dari 3.000 orang dan melukai lebih dari 30.000 orang.

Tedros mengatakan permohonan dana sebesar US$30,3 juta untuk periode Maret hingga Agustus akan mendukung layanan kesehatan penting dan perawatan trauma serta pengawasan penyakit dan sistem peringatan dini, manajemen korban massal, dan kesiapan untuk menghadapi potensi keadaan darurat kimia, biologi, radiologi, dan nuklir.

WHO menyebutkan 116 serangan terverifikasi terhadap fasilitas kesehatan di negara-negara yang bersangkutan dan melaporkan bahwa "krisis yang meningkat tajam meningkatkan risiko wabah penyakit menular," sementara "bahaya lingkungan dari depot minyak yang terbakar, bom fosfor putih, dan senjata lainnya, ditambah dengan curah hujan, menimbulkan risiko akut seperti luka bakar kimia dan cedera pernapasan yang parah."

Target

Israel dan Amerika Serikat tampaknya memperluas target mereka di luar infrastruktur militer, keamanan, dan administrasi, yang menjadi fokus serangan selama beberapa minggu pertama perang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.