Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada! Penyakit Leptospirosis Menyebar Saat Musim Hujan, Ini Gejalanya

📅 Sabtu, 18 Nov 2023, 08:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada! Penyakit Leptospirosis Menyebar Saat Musim Hujan, Ini Gejalanya Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi
Ket. Pengendara motor melintas di jalan raya Praya Lombok Tengah, NTB ketika hujan.

JAKARTA - Masyarakat diingatkan agar lebih waspada terhadap serangan penyakit leptospirosis yang berpotensi besar terjadi saat musim hujan.

"Leptospirosis ini sering menyerang manusia ketika musim hujan karena banjir dan penularan dari hewan seperti tikus bisa terjadi," kata praktisi Kelompok Kerja Komunikasi Risiko Kementerian Kesehatan Ngabila Salama dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (17/11).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan secara umum terjadi pada November 2023, namun tidak secara serentak di seluruh wilayah, sedangkan periode puncak musim hujan diprediksi padaJanuari dan Februari 2024.

Ngabila Salama mengatakan infeksi yang disebabkan bakteri Leptospira interrogans tersebut bisa menular melalui air, tanah, makanan, dan media lainnya yang terkontaminasi air seni tikus.

"Jadi kalau ada banjir besar pasti naik angka leptospirosis, pasti, karena dipengaruhi oleh vektor tikus tadi yang kencingnya mengontaminasi air banjir," ucapnya.

Ia menyebut dua gejala leptospirosisyang paling mudah dikenali, yakni mata yang pada dasarnya berwarna putih menjadi kuningserta diikuti kulit yang juga berwarna kuning, sedangkan gejala kedua berupa nyeri pada otot betis bagian belakang.

"Bakteri ini sangat berbahaya karena bisa menyebar ke bagian otak dan ginjal, sehingga berakibat pada kematian," ujarnya.

Upaya pencegahan, kata dia, dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak air atau tanah yang tercemar air seni tikus.

Selain itu, memastikan segera mandi setelah berada di area banjiratau mencuci area tubuh yang terkontaminasi langsung dengan genangan air, seperti kaki dan tangan.

"Gunakan pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu bot, serta pelindung mata ketika akan kontak dengan hewan dan saat bekerja di area yang berisiko menularkan bakteri leptospira," ucapnya.

Selain itu, katanya, menutup luka dengan plester tahan air, terutama sebelum kontak dengan air di alam bebas, menghindari kontak langsung dengan air yang terkontaminasi, seperti berenang atau berendam.

Data Kementerian Kesehatan pada Desember 2022, terdapat 1.408 kasus leptospirosis di Indonesia, 139 kasus di antaranya meninggal dunia. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan laju kasus tertinggi, yakni 502 kasus, kematian 70 jiwa, danCase Fatality Rate(CFR) berkisar 13,94 kasus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.