Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada Modus Penipuan Silent Call, Rekening Anda Bisa Terkuras, Begini Cara Menghindarinya!

📅 Sabtu, 02 Mei 2026, 13:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada Modus Penipuan Silent Call, Rekening Anda Bisa Terkuras, Begini Cara Menghindarinya! Doc: Instagram/@ditjenkpm
Ket. Kementerian Komdigi memperingatkan untuk mewaspadai spam call.

JAKARTA - Masyarakat diimbau mewaspadai silent call atau panggilan hening dari nomor tak dikenal. Praktik ini diduga menjadi bagian dari tahapan awal penipuan berbasis telepon.

Perhatian terhadap modus ini kembali muncul setelah sejumlah pengguna media sosial melaporkan menerima panggilan tanpa suara dari nomor asing atau nomor tak dikenal. Sambungan tersebut biasanya terputus dalam beberapa detik, tanpa ada percakapan sama sekali.

Panggilan seperti itu tidak dipandang sekadar iseng. Dalam penjelasan yang dimuat di laman Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, pola tersebut dapat menjadi bagian dari upaya penipuan maupun pengumpulan data pengguna.

Pelaku disebut kerap memakai teknologi Voice over Internet Protocol atau VoIP untuk menjalankan aksinya. Teknologi ini memungkinkan nomor telepon dimanipulasi, sulit dilacak, dan mudah berubah dalam waktu singkat.

Tujuan pelaku bisa berbeda-beda, mulai dari memastikan nomor yang dihubungi masih aktif, mendorong korban melakukan panggilan balik, hingga menyiapkan serangan lanjutan. Risiko muncul ketika nomor korban masuk ke daftar target berikutnya atau terhubung ke layanan berbayar saat melakukan call back.

Dalam sejumlah kasus, korban yang terpancing merespons panggilan semacam ini kemudian diarahkan ke modus lain, seperti pencurian kode one time password (OTP) atau phishing. Laporan dari Badan Siber dan Sandi Negara juga menyebut panggilan misterius kerap dipakai untuk memverifikasi nomor aktif sebelum penipuan berikutnya dijalankan.

Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University Heru Sukoco meminta masyarakat tidak menanggapi panggilan seperti ini.

"Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon," katanya dikutip dari laman resmi IPB University.

Heru juga mengingatkan agar panggilan dari nomor tak dikenal, terutama nomor luar negeri yang mencurigakan, tidak diangkat. Jika memang penting, penelepon biasanya akan menghubungi kembali atau mengirim pesan singkat.

"Tindakan ini adalah yang paling sering menjebak, karena banyak scam menggunakan teknik 'missed call bait'," tuturnya.

Selain mengabaikan panggilan, masyarakat disarankan memanfaatkan perlindungan tambahan melalui aplikasi pengenal spam, fitur pemblokiran otomatis, dan pengaturan bawaan ponsel seperti silence unknown callers atau block unknown numbers.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi dalam keluarga, terutama bagi orang tua dan anak-anak yang lebih rentan menjadi sasaran ancaman atau tipu daya lewat telepon.

Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media PKP Kementerian Komdigi juga memberikan tips untuk menghindari spam call, seperti berikut ini:

  1. Jangan memberikan nomor telepon ke orang tak dikenal
  2. Jangan mengisi nomor telepon di laman yang mencurigakan
  3. Waspada dengan tautan asing
  4. Aktifkan pengaturan "Blokir Nomor Tidak Dikenal" 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

49 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.